LombokPost – Suasana sore di kawasan wisata Pantai Eks Pelabuhan Ampenan atau pantai Boom berubah riuh. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pemicunya.
AHY menghadiri peluncuran Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Jumat sore (10/7). Kehadiran AHY sontak menjadi magnet bagi masyarakat yang sedang menikmati suasana pantai.
Semua pengunjung merangsek, mendekat untuk sekadar bersalaman hingga mengabadikan momen dengan berswafoto.
Di tengah kerumunan itu, Haya menjadi salah satu warga yang beruntung bisa berfoto bersama AHY. Perempuan itu mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut akan datang ke lokasi.
Ia bersama teman-temannya awalnya hanya berniat berjalan-jalan menikmati sore di Pantai Ampenan.
"Awalnya kami cuma jalan-jalan. Tahu-tahu lihat ramai orang. Pas didekati ternyata Pak AHY. Alhamdulillah bisa foto bareng," ujarnya dengan wajah sumringah.
Rasa bahagia itu bahkan membuat Haya berseloroh belum tentu bisa segera memejamkan mata malam harinya. Baginya, kesempatan bertemu langsung dan berfoto bersama AHY menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Kayaknya saya nggak bisa tidur malam ini. Fotonya mau saya pandangi terus sebelum tidur," katanya disambut tawa rekan-rekannya.
Suasana hangat juga dirasakan Baiq Leni, warga Punia, Kecamatan Mataram. Ia mengaku sengaja ikut mendekat setelah mengetahui sosok yang menjadi pusat perhatian masyarakat adalah AHY.
Kesempatan bersalaman dan berfoto bersama menjadi momen yang menurutnya sulit dilupakan.
"Saya senang sekali. Tidak cuma bisa bersalaman, tapi juga swafoto. Terlebih Mas AHY ganteng banget," ucapnya sambil tersenyum.
Menurut Baiq Leni, keramahan AHY terlihat sejak tiba di lokasi. Meski dikelilingi ratusan warga, AHY beberapa kali menghentikan langkahnya untuk menyalami masyarakat, melayani permintaan swafoto, hingga menyapa warga satu per satu.
Baginya, sikap tersebut mencerminkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat. "Menurut saya AHY cocok jadi presiden. Orangnya masih muda, ramah, dan kelihatannya dekat dengan rakyat," katanya.
Senada dengan itu, Endang mengaku terkesan karena masyarakat tetap diberi kesempatan mendekat meski pengamanan berlangsung cukup tertib. Ia bersyukur bisa mengabadikan momen bersama AHY yang selama ini hanya dilihat melalui televisi.
"Kami bisa mendekat dan foto bareng. Alhamdulillah senang sekali. Pokoknya lanjutkan apa yang menjadi misi beliau, kami mendukung," ujarnya.
Usai mengikuti rangkaian kegiatan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Bagi Haya, Baiq Leni, Endang, dan warga lainnya, pertemuan yang semula tidak direncanakan itu berubah menjadi kenangan yang akan lama tersimpan di galeri ponsel mereka.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin