LombokPost – Dinamika politik menghangat pascapenangkapan Bupati Lombok Barat (Lobar) nonaktif Lalu Ahmad Zaini alias LAZ oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini publik menantikan figur baru yang akan menduduki jabatan wakil bupati (wabup) setelah Nurul Adha naik menjadi bupati Lobar.
Pengamat politik Universitas Mataram (Unram) Dr Asrin mengatakan masih terlalu prematur untuk memprediksi sosok yang akan menjadi orang nomor dua di lingkungan Pemkab Lobar. Apalagi proses hukum terhadap LAZ juga masih tahap awal. "Sejauh ini memang belum ada gambaran siapa yang akan jadi wabup Lobar," kata Asrin, Rabu (28/7).
Meski demikian, sambung dia, dinamika politik sangat mungkin terjadi sejak dini. Khususnya tiga parpol koalisi pengusung LAZ-Nurul Adha. Yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Baca Juga: PKB-PAN Mulai Lirik Jabatan Wakil Bupati Lobar, Parpol Koalisi Segera Gelar Pertemuan
"Misalnya nanti ada manuver-manuver politik dari tiga partai ini sangat mungkin. Dalam koridor diskursus politik itu sah-sah saja," ujar Asrin.
Disampaikan, setiap parpol pasti akan mengincar peluang untuk menduduki jabatan strategis seperti kursi wabup Lobar. Khususnya PKB dan PAN. "Kalau PKS kan hampir pasti akan dapat jabatan bupati setelah nanti terbit SK pengangkatan definitif Mendagri. Nah yang berebut ini adalah PAN dan PKB," paparnya.
Secara modal politik, sambung dia, kekuatan PKB cendrung lebih diuntungkan daripada PAN. Sebab PKB unggul jumlah kursi legislatif di DPRD Lobar. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu memiliki lima kursi, sedangkan PAN empat kursi. Sehingga PKB menduduki kursi pimpinan di DPRD Lobar.
Baca Juga: Kader PAN belum Tentu Jadi Wakil Bupati Lobar, Proses Politik di DPRD Jadi Penentu
Nah, dengan realitas politik ini, ada kemungkinan PAN bisa terdongkel dari perebutan kursi wakil bupati Lobar. Hal ini juga sangat tergantung dari lobi-lobi politik di DPRD Lobar. Sebab setiap fraksi akan membawa kepentingan politik tersendiri. "Kalau gagal mengamanka kursi wabup, maka PAN bisa kehilangan kendali politik di Lombok Barat. Ini cukup telak karena ketika LAZ sebagai bupati menjadi modal politik yang kuat bagi PAN," pungkas Asrin.
Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani mengatakan PKB siap memperjuangkan kader terbaiknya sebagai wakil bupati Lobar. Menurutnya, PKB tidak kekurangan stok kader yang mumpuni untuk menduduki kursi Wabup Lombok Barat.
Ia menyebut beberapa figur yang layak. Salah satunya TGH Hardiyatullah. Saat ini dia menjabat wakil ketua DPRD Lobar sekaligus Ketua DPC PKB Lobar.
Baca Juga: Usai Terjaring OTT KPK, PAN Pecat LAZ dari Kader dan Ketua DPW PAN NTB
Bahkan di media sosial (medsos), mulai bermunculan flyer dukungan terhadap TGH Hardiyatullah untuk menjadi Wakil Bupati Lobar. "Belum ada pembicaraan di internal. Tapi beliau (TGH Hardiyatullah, Red) termasuk kader juga yang layak untuk dimajukan," kata Hadrian.
Selain TGH Hardiyatullah, dia juga menyebut beberapa kader lainnya. Di antaranya adalah anggota DPRD Lobar. Yaitu Fauzi, Hamdi, Hendra dan Rafiah. Termasuk juga Anggota DPRD NTB M.Jamhur bisa diusulkan oleh PKB. "Untuk mengusulkan nama itu nanti urusan internal partai. Yang pasti kader PKB siap menjadi wabup," tegas Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.
Terpisah, Wakil Ketua DPW PAN NTB Muhammad Aminurlah mengatakan proses pengusulan nama calon wakil bupati Lobar masih jauh. Saat ini, PAN NTB fokus untuk melakukan penataan internal setelah LAZ menghadapi kasus hukum di KPK. Termasuk menunggu sosok Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PAN NTB. "Internal kami masih menunggu Plt. Untuk lebih jauhnya, kami menunggu arahan DPP," ujar Maman, sapaan karibnya.
Baca Juga: Golkar, PKB, Demokrat Pertanyakan Konsep "Partai Penyeimbang" PDI Perjuangan
Menurutnya, penunjukkan Plt ketua DPW sangat penting. Ini menjadi dasar untuk menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). "Sehingga kami memilih untuk melakukan Musdalub dulu," imbuhnya.
PAN, sambung dia, juga tidak kekurangan kader untuk diusulkan menjadi wabup Lobar. Mulai dari anggota DPRD Lobar maupun anggota DPRD NTB siap mengemban tugas tersebut. "Kalau diperintah partai, kami siap saja. Siapa pun nanti yang akan ditunjuk semua siap," tegas anggota DPRD NTB itu.
Sebelumnya, Ketua DPP PAN Muazzim Akbar menyampaikan pihaknya siap untuk menduduki kursi wakil bupati. Muazzim memastikan partainya tidak kekurangan kader untuk menduduki jabatan tersebut. "Kami di PAN punya banyak kader yang berpengalaman dan berkualitas. Baik di legislatif provinsi dan kabupaten/kota. Tentu kalau PAN diberikan kepercayaan kami akan persiapkan kader terbaik," papar Muazzim.
Baca Juga: Muazzim Akbar Gandeng BKKBN Serukan Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Stunting di NTB
Meski begitu, PAN mengisyaratkan belum akan memulai untuk membicarakan soal siapa sosok yang akan diajukan untuk menduduki posisi orang nomor dua di Pemkab Lobar. Muazzim mengatakan masih terlalu dini untuk berbicara hal itu. Apalagi LAZ baru berstatus tersangka dan penyidik KPK masih melengkapi barang-barang bukti sebelum diajukan ke pengadilan.
"Saya kira ini masih terlalu dini. Karena situasi juga masih belum stabil. Apalagi ini kan belum incracht, sehingga belum bisa kita putuskan siapa nanti di posisi wakil bupati," jelas anggota Komisi IX DPR RI itu. (mar/r2)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post