IJU Berpeluang Kembali Jabat Ketua, Demokrat NTB Segera Gelar Musda

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:54 WIB
Andi Mardan
Andi Mardan

 

LombokPost — Dinamika perpolitikan di internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTB kembali menghangat pasca jatuhnya vonis bebas terhadap ketua nonaktif Indra Jaya Usman (IJU).

Para kader kini menanti arah pergerakan politik figur yang akrab disapa IJU apakah ia akan kembali mengambil alih tampuk kepemimpinan partai berlambang mercy di NTB atau justru sebaliknya.

"Tentu kita bersyukur atas vonis yang sudah diberikan dan dikembalikan nama baiknya," ungkap Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Andi Mardan.

Andi, sapaannya menyambut positif perkembangan hukum tersebut. Menurutnya, vonis bebas ini merupakan momen penting yang mengembalikan nama baik figur yang bersangkutan.​

Mengenai kekosongan kursi kepemimpinan, Andi menegaskan bahwa DPD Demokrat NTB telah memiliki kepengurusan Pelaksana Tugas (Plt). 

Baca Juga: Srikandi dan Kader Partai Demokrat Gotong Royong Hijaukan Lombok Tengah

Kepastian mengenai pimpinan definitif akan ditentukan melalui mekanisme Musyawarah Daerah (Musda) yang akan datang.

"Terkait dengan Musda ke depan ya kita akan lihat seperti apa, karena kita belum dapat jadwal juga. Kemungkinan bisa akhir tahun, bisa juga dimajukan," jelas Andi terkait kalender politik internal mereka.

​Menanggapi peluang kembalinya Iju ke kursi ketua, Andi memberikan catatan positif terkait rekam jejak kepemimpinannya.

Di bawah kendali Iju, Demokrat NTB dinilai cukup stabil dan berhasil mengamankan posisi sebagai partai dengan suara terbanyak keempat di wilayah NTB. 

Meski demikian, keputusan akhir tidak hanya bergantung pada dukungan daerah, melainkan komunikasi dengan pusat. Setelah vonis bebas di pengadilan, IJU rencananya akan lapor ke Ketua Umum DPPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Nanti setelah beliau lapor, apakah diamanahkan kembali atau tidak, beliau tentu siap laksanakan perintah partai," tambahnya. 

Di sisi lain, Andi juga menggarisbawahi bahwa kepastian memimpin kembali sangat bergantung pada keinginan IJU secara pribadi.

Baca Juga: IJU Berencana Temui AHY, Demokrat NTB Tegaskan Soal Integritas dan Aturan Partai

Sementara itu, kacamata pengamat melihat situasi ini dari sudut pandang yang lebih kompleks.

Peneliti Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDek) UIN Mataram Dr. Agus M.Si, memaparkan ada dua kemungkinan skenario politik di tubuh Demokrat NTB pasca vonis bebas ini.

Apabila internal Demokrat memandang kasus hukum tersebut sebagai bentuk kezaliman terhadap partai, maka vonis bebas ini akan menjadi katalis yang memperkuat konsolidasi internal.

"Vonis bebasnya IJU ini akan justru memperkuat konsolidasi internal partai," papar Dr. Agus.

Sebaliknya, jika internal partai sempat terpecah dan berambisi bersih-bersih untuk merespons psikologi pemilih pada Pemilu 2029 mendatang, maka peluang IJU untuk kembali akan menjadi sangat tipis.

Namun demikian, Dr. Agus menekankan bahwa di atas segala dinamika daerah, penentu utama tetap berada di Jakarta. "Di tengah situasi itu menurut saya faktor yang akan paling menentukan nanti adalah bagaimana pandangan dan keputusan politik DPP," tegasnya.

Karena realitas politik tersebut, Dr. Agus memprediksi bahwa siapapun kontestan yang berambisi merebut kursi Ketua DPD Demokrat NTB akan mengarahkan fokusnya untuk membangun komunikasi politik yang intensif dengan DPP. (ton/r2)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Andi Mardan Demokrat Musda Indra Jaya Usman NTB