LombokPost — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tak sekadar menjadi momen perayaan rutin. Lebih dari itu, kemerdekaan harus dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus penggalian inspirasi dari nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa.
Hal tersebut ditegaskan oleh ulama sekaligus tokoh nasional asal NTB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi (TGB). Menurut mantan Gubernur NTB dua periode ini, setidaknya ada dua nilai utama yang ditinggalkan para pendiri bangsa yang wajib diresapi dan diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat saat ini.
"Yang selalu dikedepankan oleh para pahlawan kita adalah semangat untuk mengkonsolidasikan seluruh kekuatan bangsa. Dulu, kemerdekaan bisa tercapai berkat semangat konsolidasi itu," tegasnya.
TGB menjelaskan, karakter mendasar para pahlawan ketika mendirikan dan memperjuangkan Republik Indonesia adalah Nabzul Tafarruq—yaitu mengikis dan membuang segala bentuk perpecahan.
Ia menekankan bahwa tantangan era modern tidak bisa dihadapi dengan sikap terpecah-belah, melainkan membutuhkan persatuan yang kokoh dari seluruh lapisan elemen masyarakat.
Baca Juga: Namanya Diseret dalam RDP Komisi III DPR RI, TGB Sampaikan Klarifikasi
Selain konsolidasi, nilai penting berikutnya yang digarisbawahi oleh TGB adalah Al-Ittihad atau persatuan melalui Nabzul Ananiyah (membuang jauh-jauh sifat egoisme). Bagi TGB, setiap komponen bangsa memiliki peran dan porsinya masing-masing yang saling melengkapi.
"Pemimpin ada wilayah tugasnya, rakyat juga punya perannya sendiri. Semua bagian dari bangsa ini hendaknya melihat komponen lain seperti melihat dirinya sendiri," ujar TGB.
Prinsip tersebut menuntut adanya rasa saling menyayangi (muthola'ah) antara pemimpin dan rakyat.
Bagi pemimpin, harus betul-betul menyayangi rakyatnya dengan memastikan seluruh program dan kebijakan dirancang murni untuk kepentingan masyarakat luas. Bukan kepentingan pribadi atau kelompok.
Bagi rakyarlt, bentuk rasa sayang kepada pemimpin diwujudkan dengan memberikan masukan, mengoreksi, atau meluruskan kebijakan melalui saluran dan mekanisme yang baik.
Baca Juga: TGB Kenang Penampilan Vidi Aldiano di ajang MTQ Nasional 2016
TGB mengajak seluruh masyarakat untuk meminimalisasi noise atau kegaduhan-kegaduhan politik dan sosial yang tidak produktif. Menurutnya, energi bangsa jangan sampai dihabiskan untuk hal-hal yang tidak menambah kekuatan persatuan.
"Mari kita kurangi keriyuhan-keriyuhan yang tidak penting, yang tidak ada artinya untuk memperkuat bangsa kita. Saatnya kita fokus membangun konsolidasi nasional, di mana seluruh lapisan masyarakat mengambil peran aktifnya masing-masing demi kemajuan Indonesia," pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post