Kehadiran UKP Pariwisata Bawa Harapan Pembangunan Kembali Kampung Adat Sade

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:17 WIB
CEK LOKASI KEBAKARAN: UKP Pariwisata Zita Anjani meninjau langsung kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Minggu (23/8).
CEK LOKASI KEBAKARAN: UKP Pariwisata Zita Anjani meninjau langsung kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Minggu (23/8).


LombokPost–Harapan untuk membangun kembali Rumah Adat Sade, Desa Rembitan  Lombok Tengah pascakebakaran mulai menguat.

Kehadiran Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata Zita Anjani di lokasi pada Minggu (23/8) dinilai membawa secercah harapan bagi masyarakat yang terdampak musibah.

“Kehadiran Ibu Zita membawa secercah harapan bagi kami. Kami berharap kondisi Sade yang beliau lihat langsung hari ini dapat disampaikan ke pusat dan membuka jalan agar program pembangunan kembali desa adat ini bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Kepala Desa Rembitan Lalu Winakse.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) menghanguskan sekitar 120 bangunan. Musibah tersebut berdampak terhadap sekitar 120 kepala keluarga atau 320 jiwa.

Selain tempat tinggal warga, sejumlah bangunan dan ruang yang selama ini menunjang aktivitas budaya serta ekonomi masyarakat juga terdampak.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit, kunjungan UKP Pariwisata menjadi momentum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyampaikan langsung kondisi serta kebutuhan Desa Adat Sade kepada pemerintah pusat.

Baca Juga: Alfamart Salurkan Bantuan CSR untuk Korban Kebakaran di Kampung Adat Sade

Kades menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap kondisi yang dilihat langsung oleh Zita Anjani dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat. Agar segera memberikan dukungan terhadap pembangunan kembali kawasan yang menjadi salah satu ikon budaya dan pariwisata Lombok tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Zita didampingi Bupati Lombok Tengah, Bupati Bima, Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP), Kepala Biro Perencanaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta perwakilan Bulog NTB.

Zita menyusuri kawasan terdampak dan berdialog dengan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan terutama berkaitan dengan pemulihan kehidupan warga, pembangunan kembali kawasan yang terbakar, serta masa depan Sade sebagai desa adat sekaligus destinasi pariwisata.

Selain meninjau lokasi, melalui kolaborasi dengan Bulog NTB juga disalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, sarung, dan selimut bagi masyarakat terdampak.

Zita mengatakan, pemulihan Desa Adat Sade akan didorong melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Baca Juga: Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Sembako

UKP Pariwisata bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal akan menindaklanjuti kebutuhan pembangunan kembali dan restorasi kawasan Sade.

“Apa yang kami lihat dan dengar langsung dari masyarakat hari ini akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat," kata Zita.

Melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, kita akan mendorong program desa wisata dan desa budaya untuk mendukung pembangunan kembali dan restorasi Desa Adat Sade agar dapat segera kembali berkembang.

Menurut dia, pembangunan kembali Sade tidak hanya berorientasi pada pemulihan bangunan yang terbakar. Restorasi harus tetap memperhatikan karakter desa adat, arsitektur tradisional, nilai budaya Sasak, aspek keselamatan, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Proses tersebut, kata Zita, membutuhkan waktu dan perencanaan matang. Masyarakat harus tetap menjadi bagian utama karena mereka merupakan penjaga adat dan budaya Sade.

“Restorasi Sade membutuhkan waktu dan harus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Kita ingin membangun kembali Sade sebagai desa adat yang tetap hidup, budayanya terjaga, masyarakatnya berdaya, dan pariwisatanya dapat berkembang secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Unjuk Gaya di Runway: Puri Indah Hotel Gelar Fashion Show Competition Berhadiah Jutaan Rupiah

Ke depan, pembangunan kembali diharapkan menjadi momentum memperkuat Sade sebagai desa adat sekaligus destinasi pariwisata berkelanjutan.

Pemulihan juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan identitas dan warisan budaya Sasak.

“Semoga masyarakat Sade diberikan kekuatan dan ketabahan. Kita ingin Sade kembali menjadi rumah bagi masyarakatnya, budaya Sasak tetap hidup, dan Sade kembali menjadi destinasi pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Zita.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Desa Adat Sade Lombok Zita Anjani Utusan Khusus Presiden NTB Lombok