LombokPost-Penyelenggaraan event seni dan budaya di destinasi wisata Lombok Barat (Lobar) dinilai perlu diperbanyak. Atraksi yang konsisten diyakini mampu menjaga geliat pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Lobar Husnan Wadi mengatakan, tingginya kunjungan wisatawan saat musim ramai menjadi momentum untuk memperkuat atraksi wisata. Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan seperti Pekan Kesenian Senggigi.
"Kita lihat pariwisata kita saat high season ini cukup ramai, turis banyak sekali. Ke depan, acara-acara seperti Pekan Kesenian Senggigi seharusnya diperbanyak dan melibatkan semua pihak," ujar Husnan, Sabtu malam (22/8).
Menurut dia, event pariwisata juga harus memberi ruang lebih besar bagi generasi muda. Sanggar seni lokal perlu dilibatkan dalam setiap kegiatan.
Baca Juga: BULOG, TNI, dan Pemda Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade
Lombok, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan keindahan pantai. Adat dan budaya juga harus menjadi bagian utama dalam pengembangan pariwisata.
Dia pun mendorong agar kegiatan hiburan dan parade budaya tidak hanya digelar di kawasan pantai. Sejumlah fasilitas publik dinilai dapat dimanfaatkan sebagai lokasi event.
Salah satunya Taman Narmada. Lokasi tersebut dinilai strategis untuk menarik wisatawan lokal dan pelajar. Konsep kegiatan dapat dikemas dengan pendekatan edukasi dan seni.
Husnan menilai penyelenggaraan event secara berkelanjutan akan memberikan dampak luas bagi ekonomi daerah. UMKM dan seniman lokal menjadi kelompok yang paling berpotensi merasakan manfaatnya. "Walaupun dimulai dari hal kecil, kalau sudah berjalan, pasti banyak pihak yang ikut terlibat. Ini menjadi domino effect untuk penciptaan PAD," katanya.
Terkait kawasan Senggigi, Husnan menyebut kawasan tersebut merupakan salah satu aset penting Lobar. Komisi II DPRD Lobar berkomitmen mendukung pengembangan Senggigi, termasuk melalui dukungan anggaran.
Wakil Bupati Lobar Nurul Adha menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, selama ini DPRD konsisten mendukung pembangunan kawasan Senggigi.
Dukungan itu tidak hanya dalam bentuk event. Namun juga pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata. "Setiap penganggaran pembangunan di Senggigi, dewan selalu mendukung dan tidak ada yang dicoret. Salah satunya pembangunan jogging track," beber Nurul.
Baca Juga: Pemkot Masih Tunggu Juknis Resmi Alih Status Guru PPPK Paro Waktu
Dia menilai dukungan legislatif menjadi bukti keseriusan bersama dalam membangun Senggigi sebagai salah satu ikon pariwisata Lobar. "Membangun daerah tidak bisa sendirian. Kami berterima kasih atas dukungan dewan terhadap pembangunan pariwisata Senggigi," ucapnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post