LombokPost-DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen mengembalikan kejayaan para pedagang.
Ketua DPD APPSI NTB Abd. Rachman bertekad mengawal eksistensi para pedagang pasar tradisional.
"Yang menjadi atensi kami saat ini adalah kondisi pedagang pasar tradisional di NTB saat ini belum optimal," ucap Rachman, Kamis (27/8).
Menurutnya, ada beberapa masalah mendasar yang dihadapi para pedagang di lapangan. Salah satunya beban biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan.
Bahkan ada beberapa keadaan di mana sewa pasar lebih besar daripada hasil yang didapatkan pedagang.
Baca Juga: Pedagang Bendera Musiman Mengeluhkan Anjloknya Omzet Hingga 50 Persen
Menanggapi situasi ini, DPD APPSI NTB telah menyusun langkah awal untuk mengambil tindakan nyata.
Rachman menjelaskan bahwa pihak pengurus akan segera turun ke lapangan untuk menginventarisasi seluruh permasalahan pedagang pasar di wilayah NTB.
"Langkah awal kami adalah segera mengumpulkan data, analisis, dan segala bentuk permasalahan yang ada di pasar-pasar seluruh NTB," papar pria yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini.
Ini penting untuk menentukan langkah kerja nyata APPSI ke depan, serta menetapkan program apa yang harus diprioritaskan demi kesejahteraan para pedagang.
Sekretaris Jenderal DPP APPSI M. Mujiburrohman megatakan, hadirnya APPSI diharapkan mampu menjadi jembatan strategis antara pedagang, pengelola pasar, pemerintah, hingga penyedia sumber barang.
Selama ini potensi dan peran pedagang pasar tradisional kerap kurang terfasilitasi dengan optimal. Padahal, keberadaan pedagang pasar memiliki andil besar dalam roda perekonomian daerah maupun nasional.
"APPSI diharapkan hadir untuk menjembatani para pihak. Tujuannya meramaikan kembali pasar, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah, serta menjaga stabilisasi harga untuk menekan inflasi bagi pemerintah pusat," ujar Mujib, sapaanya.
Baca Juga: Bupati Sumbawa Barat Minta Kurikulum Muatan Lokal Dikaji Ulang
Ia menambahkan, tanpa adanya wadah yang solid untuk menampung aspirasi, kondisi pedagang tradisional akan semakin sulit. Terlebih di tengah gempuran persaingan pasar online yang kian tergerus.
"Pasar tradisional sedikit banyak sudah tergerus oleh pasar online. Maka, APPSI harus hadir untuk memfasilitasi teman-teman pedagang agar eksistensi pasar tetap terjaga," tegasnya.
Sekretaris DPD APPSI NTB Iwan Pandjidinata menambahkan jika pihaknya akam bersinergi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengembalikan kejayaan para pedagang pasar. Mengingat APPSI tak bisa bergerak sendiri.
"Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait," tandas pria yang juga anggota Komisi IV DPRD NTB ini.
Sumber : Lombok Post