PKS Siapkan Kader Maju di Pilwali Mataram, Rampungkan Struktur hingga Tingkat Ranting

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 15:57 WIB
KONSOLIDASI: DPD PKS Kota Mataram melakukan pelantikan pengurus ranting 50 kelurahan dan training, Minggu (20/9).
KONSOLIDASI: DPD PKS Kota Mataram melakukan pelantikan pengurus ranting 50 kelurahan dan training, Minggu (20/9).

 

LombokPost – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Mataram merampungkan konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah. Langkah ini ditandai dengan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRa) di 50 kelurahan se-Kota Mataram.

​"Selain pelantikan pengurus ranting. Kami juga telah melaksanakan Training Orientasi Partai (TOP) bagi pengurus ranting baru," Sekretaris DPD PKS Kota Mataram Irawan Aprianto.

Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis PKS dalam memperkuat basis mesin partai. Sekaligus juga mempersiapkan figur internal menuju kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mataram mendatang.

​Irawan yang juga anggota DPRD Kota Mataram menegaskan, pembentukan struktur DPRa di 50 kelurahan kini telah mencapai 100 persen. Regenerasi kepengurusan ini dinilai penting untuk menyegarkan roda organisasi setelah masa bakti pengurus sebelumnya usai.

​"Pengurusan tingkat ranting atau kelurahan ini sudah 100 persen terbentuk. Ini bagian dari regenerasi kepengurusan dan penyegaran rutin partai. Sebelumnya di tingkat daerah (DPD) dan kecamatan (DPC) sudah selesai, sekarang giliran tingkat kelurahan yang disempurnakan," ujar Irawan.

Baca Juga: Bank NTB Syariah Siapkan Transformasi Menyeluruh, Perkuat Fundamental hingga Sustainable Growth

Konsolidasi hingga level terdepan ini tak lepas dari proyeksi politik PKS ke depan. Menanggapi rekam jejak PKS yang kerap mengusung figur non-kader dalam beberapa ajang Pilkada sebelumnya.

Irawan secara tegas menyatakan bahwa ke depan PKS wajib mengusung kader internal sendiri.

​Menurutnya, sebagai partai kader, PKS memiliki fungsi utama melahirkan kepemimpinan daerah maupun nasional melalui sistem demokrasi.

Relevansi ini makin kuat mengingat PKS merupakan peraih kursi terbanyak kedua di DPRD Kota Mataram pada pemilu legislatif lalu dengan raihan 6 kursi hanya berselisih satu kursi dari Golkar.

​"Partai politik itu mesin untuk mencetak pimpinan, baik di legislatif maupun eksekutif. Dengan posisi kita sebagai runner-up di DPRD Kota Mataram saat ini, sangat wajar jika PKS berkeinginan kuat mendorong kadernya sendiri," tegas Irawan.

​Kendati menegaskan komitmen mendorong kader internal, Irawan mengakui kalau situasi politik saat ini masih sangat cair.

DPD PKS Kota Mataram belum mematok satu nama pasti dan masih terus mengamati dinamika radar politik, baik secara internal maupun eksternal.​

Sejumlah figur internal potensial PKS dinilai siap meramaikan bursa calon pimpinan daerah.

Di antaranya, Hj Istiningsih yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Mataram sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, serta Ismul Hidayah yang menjabat Ketua Fraksi PKS.

Selain itu, ada pula nama Hj Istuwar Fahri yang dinilai berpengalaman di birokrasi dan pemerintahan.

Baca Juga: Bank NTB Syariah Siapkan Transformasi Menyeluruh, Perkuat Fundamental hingga Sustainable Growth

​"Semua kader potensial kita dorong untuk tampil agar dinilai langsung oleh masyarakat. Selain nama-nama pengurus daerah, kita juga punya tokoh-tokoh senior. Radar politik internal terus kita nyalakan sambil melihat perkembangan ke depan," tegasnya.

Sementara Ismul Hidayat yang digadang sebagai figur yang dinilai layak untuk menjadi kandidat kepala daerah masih terlihat malu-malu. Dia belum mau menanggapi peluangnya maju di Pilkada Kota Mataram.

"Maaf, saya blum bisa bicarakan terkait itu," jawabnya singkat. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Kota Mataram PKS Pilkada kader NTB