Bertajuk Lomba Keativitas Kuliner Jajajan dan Minuman Tradisional, kegiatan ini diselenggrakan di Desa Sepakek, Lombok Tengah, yang merupakan satu dari 99 desa wisata yang akan dikembangkan dalam program kerja Gunernur Nusa Tenggara Barat. Selain lomba kreativitas kuliner, agenda kegiatan juga dirangkai dengan lomba menggambar kuliner tradisional dan potensi desa wisata.
“Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengembangkan kreativitas anak-anak dan menumbuhkan rasa cinta terhadap desa serta kuliner khas Lombok,” ujar Farid Said, Wakil Direktur Poltekpar Lombok.
Selain melibatkan masyarakat Desa Sepakek, kegiatan ini juga diikuti masyarakat sekitar desa lainnya, seperti Desa Bilebante. Antusiasme masyarakat sangatlah tinggi, ditunjukkan dari persiapan para peserta dalam mengikuti lomba. Para peserta dari Ibu-ibu PKK juga tidak tanggung-tanggung untuk membawa produk UKM mereka dengan mengenakan pakaian Lambung yang merupakan pakaian adat Sasak. Kepala Desa Bilebante bahkan mengirimkan dua kontigennya untuk mengikuti Lomba Kreativitas Kuliner Jajanan dan Minuman Tradisional.
Farid menambahkan, Poltekpar Lombok mendatangkan food truck dan bartender lalu membagikan 1000 porsi minuman gratis untuk para pengunjung. Mahasiswa terbaik yang merupakan bartender dari food truck tersebut dengan senang hati melayani para peserta, tamu undangan dan masyarakat yang mau mencicipi minuman kreasi mereka. Selain itu, ekskul seni tari dari Poltekpar Lombok juga menampilkan tarian penyambutan bersama masyarakat setempat.
Pada lomba kreasi kuliner tradisional, juara satu diraih oleh mahasiswa Poltekpar Lombok dengan kreasi makanan dan minuman tradisional berupa tempani lebui, lumpia rarang, dan setup nanas. “Makanan dan minuman tradisional ini benar-benar kreasi kami. Sebenarnya kami tidak menyangka akan menjadi juara satu karena saingannya banyak dan juga berkompeten,” cerita M. Saleh Hambali, salah satu mahasiswa Poltekpar dari Program Studi Seni Kuliner.
Bersama dua teman lainnya, Ida Bagus Haryana Pidada dan Titis Matarama, Hambali berencana untuk mengembangkan produknya. “Saat ini kampus memberikan dukungan yang luar biasa bagi kami untuk bisa mengembangkan produk ini agar lebih dikenal masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu pada waktu yang bersamaan, dilaksanakan pula kegiatan lomba menggambar kuliner tradisional dan potensi desa wisata. “Antusiame anak-anak juga tidak kalah tinggi, dengan ditemani oleh Kak Mahmud dari kerajaan dongeng, acara dan kegiatan lomba menggambar berlangsung secara meriah,” lanjut Farid.
Kegiatan ini ke depannya diharapkan dapat terus diadakan, demi meningkatkan promosi desa wisata, pengembangan kuliner, dan potensi bisnis desa wisata. Serta dalam menjaga hubungan kerjasama antara banyak pihak yang terlibat seperti pada konsep Penta Helix, yang mana kegiatan ini telah mengaplikasin konsep tersebut dalam pengembangan pariwisata Lombok, khususnya di Lombok Tengah. (ela) Editor : Administrator