Direktur Poltekpar Lombok, Hamsu Hanafi telah mengikuti rapat koordinasi bersama enam perguruan tinggi negeri, yang berada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam hal membahas persiapan SBMPTNP. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Politeknik Pariwisata Medan, pada tanggal 28 Februari yang lalu.
“Launching SBMPTNP akan dilaksanakan di Poltekpar Makasar, pada tanggal 10 Maret nanti. Calon mahasiswa baru sudah bisa mendaftar secara online lewat jalur seleksi ini, sampai tanggal 22 Mei 2020. Tesnya akan dilakukan secara serentak di seluruh enam perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” kata Hamsu Hanafi.
Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh para pendaftar calon mahasiswa baru, yang nantinya akan diseleksi secara bertahap. Seleksi penerimaannya sendiri terdiri beberapa tes, yaitu tes bahasa Inggris dan psikotes, kemudian disusul dengan tes wawancara serta kesehatan.
“Untuk jalur SBMPTNP, calon mahasiswa baru bisa mendaftarkan dirinya di enam perguruan tinggi yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, meskipun pilihan perguruan tingginya tidak sama dengan tempat mendaftarnya. Misalnya pilihan perguruan tingginya adalah Poltepar Lombok, namun jika dia tinggal di Makasar maka dia boleh mengikuti tes di Poltekpar Makasar tanpa harus ke Lombok. Sebab tesnya sama dan dilakukan secara serentak juga,” tambah direktur Poltekpar Lombok tersebut.
Selain itu, Iswayana Adhi Putra selaku Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan menyebutkan, bahwa selain jalur SBMPTNP ada jalur seleksi Mandiri juga yang akan segera dipersiapkan untuk menerima calon mahasiswa baru.
“Penerimaan calon mahasiswa baru Poltekpar Lombok, terdiri dari dua jalur yaitu SBMPTNP dan seleksi Mandiri. Dengan target 75 persen diterima lewat seleksi bersama dan 25 persennya diambil dari penerimaan jalur mandiri. Namun untuk saat ini, kami masih berfokus pada jalur SBMPTNP karena akan segera dibuka pada tanggal 10 Maret nanti,” kata Iswayana.
“Sejauh ini kami sudah mulai melakukan promosi, baik secara langsung maupun melalui sosial media, spanduk, serta brosur. Kami juga sudah mulai membuat jadwal sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan sedang menunggu konfirmasi. Sosialisasi ini tidak hanya berkaitan dengan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru saja, namun agar masyarakat bisa lebih tahu Poltekpar Lombok secara lebih luas,” tambah Iswayana.
Di tahun 2019, pendaftar calon mahasiswa baru Politeknik Pariwisata Lombok berjumlah lebih dari 1.200 orang, dan yang diterima sebanyak 315 mahasiswa saja. Di tahun ini, direktur Poltekpar Lombok berharap peminatnya semakin tinggi, untuk mendapatkan mahasiswa baru yang lebih berkualitas dengan seleksi yang lebih ketat dan lebih baik dari sebelumnya. (lrs) Editor : Administrator