“Kami berharap kehadiran kami dapat membantu tugas pihak-pihak terkait,” kata Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja pada Lombok Post, Sabtu (19/3).
Ke delapan titik penugaskan itu yakni media center MotoGP sebanyak sembilan orang. Kemudian pelayanan royal box MotoGP 118 orang, kitchen MotoGP 17 orang, helpdesk MotoGP 100 orang dan command center MotoGP empat orang.
Berikut pelayanan Edu Hotel di Poltekpar Lombok 117 orang, pelayanan teknologi informasi Edu Hotel 16 orang dan pelayanan kamar hotel terapung KM Kelud di Lombok Barat. “Selama mereka bertugas, kami liburkan,” tandas Hery.
Dikatakan, saat World Superbike (WSBK) November lalu jumlah mahasiswa yang terlibat sebanyak 100 orang. Ke depan mahasiswa poltekpar dipastikan siap siaga membantu pemerintah dan pihak terkait, guna mendukung dan mensukseskan event-event dunia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Apalagi, dari program PPL itu mahasiswa bisa mengambil manfaat besar. Mereka akan lebih terampil dalam bidangnya masing-masing. Sehingga semakin mumpuni.
“Sebelum mereka menjalankan tugas PPL, terlebih dahulu kami memberikan pembekalan,” papar Hery.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahudin Uno berharap, Poltekpar Lombok menjadi ikon kemajuan pariwisata NTB. Poltekpar Lombok harus secara aktif membantu pemerintah, pelaku pariwisata dan masyarakat memajukan pariwisata daerah. “Lewat MotoGP ini, mari kita berkarya nyata,” seru Menteri Sandiaga Uno.
Lebih lanjut, pihaknya berharap lewat MotoGP juga pariwisata bangkit dan pulih. Terutama setelah diterpa pandemi Covid-19. “Jika pariwisata maju, maka secara otomatis ekonomi masyarakat meningkat,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita