LombokPost-Posisi Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok berganti, yang semula dijabat oleh Herry Rachmat Widjaja kini dinahkodai Ali Muhtasom. Sementara Herry Rachmat Widjaja diberikan amanah sebagai Direktur Poltekpar Makassar. Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno melantik kedua Direktur Poltekpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Rabu (13/9) lalu.
Serah terima jabatan (sertijab) direktur pun telah dilakukan di ruang rapat Amphitheater, Poltekpar Lombok, Selasa (19/9). Dengan membawa suasana adat nusantara yang kental prosesi sertijab berlangsung khidmat.
Sebagai direktur Poltekpar Lombok yang lama, Herry Rachmat Widjaja menyampaikan, secara resmi dirinya telah dilantik menjadi direktur ditempat tugas yang baru di Poltekpar Makasar pada tanggal 13 September lalu oleh Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno.
Mengemban tugas di Lombok sudah diarungi selama dua tahun 10 bulan, sejak 30 November 2020 lalu. Berbagai kemajuan telah dicapai semasa itu. "Serapan anggaran hingga saat ini sudah hampir mencapai 80 persen, banyak mahasiswa yang berprestasi, pegawai dan dosen yang berdedikasi tinggi, banyak program dan inovasi yang telah dicapai," kata Herry.
Herry berharap, peralihan berbagai program yang sebelumnya dijalankan dirinya bisa berjalan dengan baik kepada direktur yang baru. Selain itu, apa yang selalu disampaikan kementerian dalam arahannya selalu disampaikan kepada seluruh Civitas Poltekpar Lombok untuk terus dijalankan dengan semangat dan dikerja yang lebih baik.
"Seperti pesan Mas Menteri, saya berpesan agar selalu kerja keras dan kerja cerdas yang dibarengi dengan cara geber, gercep dan gasspoll. Dan tidak lupa untuk selalu melakukan tiga "si" yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi," pesan Herry.
Sementara itu, Direktur Poltekpar Lombok yang baru Ali Muhtasom mengatakan, ia akan melanjutkan apa yang telah menjadi program dan dilaksanakan direktur sebelumnya. "Program yang telah dilaksanakan dan hasilnya bagus akan diteruskan, apa yang kurang akan kita perbaiki, apa yang tidak baik kita tinggalkan dan kita ganti dengan inovasi yang baru," terangnya.
Ali mengatakan, dirinya akan konsentrasi untuk mengimplementasikan kurikulum berbasis ASEAN. Termasuk, Poltekpar akan berkontribusi pada penyediaan lapangan kerja sebanyak 4,4 juta lapangan kerja pada tahun 2024 mendatang.
"Apalagi di Lombok ada Mandalika yang merupakan destinasi super prioritas, dimana bulan depan event internasional yang harus ikut kita garap dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," paparnya.
Selain itu, Poltekpar Lombok harus fokus terhadap halal tourism yang digalakkan Pemprov NTB dimana poltekpar harus bisa menangkap "DNA"nya agar bisa diimplementasikan dalam dunia pariwisata.
Tidak lupa Ali menyampaikan terimakasih kepada Herry Rachmat Widjaja atas segala arahan dan bimbinganya. Sebab, Herry tak lain dan tak bukan adalah dosennya saat di Poltekpar Makassar. " Kini, beliau menjadi direktur disana," tandasnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida