Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MUI dan FKUB Lombok Tengah Kompak Jaga Kondusivitas Pemilu

Administrator • Senin, 25 Maret 2019 | 14:45 WIB
PERNYATAAN SIKAP: Bupati HM Suhaili FT, saat menandatangani pernyataan sikap MUI dan FKUB Lombok Tengah, di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Jumat sore (22/3).
PERNYATAAN SIKAP: Bupati HM Suhaili FT, saat menandatangani pernyataan sikap MUI dan FKUB Lombok Tengah, di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Jumat sore (22/3).

PRAYA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lombok Tengah, sepakat mensukseskan Pilpres dan Pileg, 17 April mendatang. Dengan cara, menjaga kondusifitas daerah, jangan ada gesekan, apalagi gejolak sosial.


        “Mari kita bersama-sama menyatakan sikap,” seru Ketua MUI Loteng H Minggre Hamy, di Bencingan Alun-Alun Tastura, Praya, Jumat sore (22/3).


        Isinya, mendukung Pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Mendukung kampanye yang aman, tertib, damai, bermartabat, berintegritas tanpa hoax, politik sara dan politik uang. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dari pada kepentingan pribadi atau golongan.


        Kemudian, bersama aparat dan pemerintah menjaga kondusifitas politik. “Kami tokoh lintas agama, akan menyampaikan hal ini ke setiap jamaah,” ujar Minggre, dihadapan Bupati HM Suhaili FT, pejabat Fokopimda, pejabat SKPM lingkup Pemkab dan para tokoh lintas agama se Loteng.


        Yang tidak kalah pentingnya, tambah Minggre penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu harus menjadi contoh, berdiri secara independen, professional dan akuntabel. “Ingat, perbedaan pilihan dan dukungan, menjadi hal biasa,” sambung Bupati HM Suhaili FT.


        Ia tidak ingin, gara-gara perbedaan itu, menimbulkan perpecahan. Jadi, tidak ada tawar menawar lagi, Loteng sebagai salah satu kabupaten/kota di NTB, harus kondusif. Jika ada yang berani memecahbelahkan, maka akan berhadapan dengan aparat, pemerintah dan masyarakat pada umumnya.


        Suksesnya pesta demokrasi lima tahunan ini juga, tekan Suhaili tidak bisa dijalankan penyelenggara Pemilu, aparat atau pemerintah. “Tolong sampaikan ini ke jamaah khotbah Jumat, Gereja dan Pura juga,” serunya.


        Dalam kesempatan itu, Ketua DPD I Golkar NTB tersebut, menandatangani pernyataan sikap MUI dan FKUB Loteng. Kemudian, memeriksa kekuatan personel TNI/Polri, Satpol PP dan Dishub. “Kami siap menjaga Pemilu ini dengan aman,” tambah Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto.(dss/r2)

Editor : Administrator
#Praya