Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Lombok Tengah Keluhkan Buruknya Kondisi Jalan

Administrator • Sabtu, 15 Agustus 2020 | 23:47 WIB
RETAK-RETAK: Salah seorang warga menunjukkan retak dan berlubang di jalan Keling-Jabon Desa Selong Belanak, Praya Barat, belum lama ini. (Dedi/Lombok Post)
RETAK-RETAK: Salah seorang warga menunjukkan retak dan berlubang di jalan Keling-Jabon Desa Selong Belanak, Praya Barat, belum lama ini. (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Kerusakan infrastruktur jalan kabupaten di Lombok Tengah kembali jadi sorotan anggota dewan. “Di tempat saya, ada empat ruas yang belum disentuh (perbaikan) sama sekali,” ujar anggota Komisi III DPRD Loteng HM Sidik Maulana, Kamis (13/8).

Kata dia, kerusakannya sama seperti jalan-jalan yang belum di hotmix. Seperti ruas jalan Bonder-Pandan Indah. “Kami minta dibangun secara bertahap,” harap politisi PKS dari dapil Batukliang-Batukliang Utara tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Loteng Andi Mardan mengatakan, di tempatnya juga ada. Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena kewenangan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ada ditangan eksekutif.

“Dewan sebatas mengusulkan dan meminta, atas dasar aspirasi rakyat. Prinsipnya, kita ingin semua akses jalan kabupaten ini mantap,” kata politisi Demokrat Dapil Jonggat-Pringgarata tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana menekankan di dapil Praya Barat-Praya Barat Daya, ada beberapa ruas jalan yang perlu secepatnya ditangani juga. Yakni, ruas jalan Bonder-Pandan Indah, ruas jalan Pelambik-Serage, ruas jalan Mangkung, ruas jalan Keling-Jabon di Desa Selong Belanak, jembatan Desa Mangkung dan jembatan Desa Selong Belanak.

“Khusus jembatan tolong diperlebar dan ditingkatkan kualitasnya,” saran Sarjana.

Dia menerangkan, untuk jembatan di Desa Mangkung kondisinya sempit. Tidak bisa dilalui dua kendaraan roda empat sekaligus. Jika berlawanan arah, maka mau tidak mau, harus ada yang mengalah.

Sedangkan jembatan di Desa Selong Belanak, mulai tergerus akibat dihantam ombak laut. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana meningkatkan kualitas bangunannya.

Dia menilai, jika dianggarkan pasti besar. Solusinya, harus dilakukan secara bertahap atau sesuai skala prioritas. “Kami di dewan siap mendukung dari sisi anggaran dan regulasi,” papar politisi PKB tersebut.

Menurut dia, yang terpenting, pemkab mulai menyusun perencanaannya. “Tahun berapa dibangun, di mana dibangun dan berapa kebutuhan anggarannya,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Administrator
#Lombok Tengah #jalan rusak