Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Administrator • Selasa, 29 September 2020 | 23:32 WIB
ADEM DAN BIKIN BETAH: Dusun Mertak Men, Desa Juran Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah ini, meraih juara satu lomba kampung sehat tingkat kecamatan. Saat ini, dusun ini bersiap dinilai di tingkat kabupaten untuk inovasi yang dimilikinya. ( DEDI/L
ADEM DAN BIKIN BETAH: Dusun Mertak Men, Desa Juran Jaler, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah ini, meraih juara satu lomba kampung sehat tingkat kecamatan. Saat ini, dusun ini bersiap dinilai di tingkat kabupaten untuk inovasi yang dimilikinya. ( DEDI/L
Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

--------------------------------

 

DATANGLAH ke Dusun Mertak Men, salah satu Dusun di Jurang Jaler. Di pintu masuk dusun sudah tertulis spanduk selamat datang untuk siapa saja yang bertandang. Di dekat spanduk tersebut, sudah ada perlengkapan alat mencuci tangan.

Jalan dusun tersebut sudah paten. Sudah dirabat. Sudah empat tahun lalu. Tapi kondisinya masih sungguh sangat baik. Macam baru tuntas hitungan bulan. Suasana Dusun Mertak Men pun sungguh asri. Teduh dan hijau. Angin berembus sejuk.

Jarak pintu masuk ke pemukiman warga sekitar 100 meter. Kiri dan kanan jalan masih berupa areal persawahan. Lalu, sepanjang 700 meter, berjejer rumah-rumah warga. Di bagian depan, masing-masing rumah berhias dengan tanaman hidroponik. Sementara di belakang kampung, gemericik aliran sungai pun terdengar.

“Per 1 Januari lalu, semua dusun kami sulap menjadi dusun bersih dan sehat,” kata Suparman, Penjabat Kepala Desa Jurang Jaler pada Lombok Post, kemarin (28/9).

Pihaknya memang telah menyiapkan program sambang dusun. Tujuan akhirnya adalah menyiapkan Desa Jurang Jaler masuk menjadi desa wisata, melengkapi 50 desa wisata yang sudah lebih dulu ada di Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Jadi, kata Suparman, sebelum lomba kampung sehat dan sebelum pandemi Covid-19, Desa Jurang Jaler sudah menyatakan diri sebagai desa bersih dan sehat. Pelan dan pasti, perilaku warga tentang hidup bersih dan sehat mulai tumbuh. Dan tatkala pandemi Covid-19 datang, masyarakat sudah benar-benar menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Tanpa diminta, warga sudah sadar tentang dua hal itu,” kata Suparman, yang masih berdinas di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Lombok Tengah.

Lihat saja. Jika desa-desa yang lain di Loteng sudah membubarkan Posko Covid-19 yang mereka bangun. Di Desa Jurang Jaler justru posko tersebut masih berdiri. Di sana, secara bergiliran, Gugus Tugas Covid-19 siaga. Hasilnya, selama pandemi, warga Desa Jurang Jaler sehat-sehat saja. Sebuah hal yang sangat disyukuri Suparman.

Kesehatan yang baik diikuti pula dengan ekonomi masyarakat desa yang terjaga baik pula. Meski pandemi kata Suparman, warga mereka aman-aman saja. Itu karena, sebagian besar warga berprofesi sebagai petani.

Seteah menjadi juara pertama di tingkat kecamatan, Suparman menargetkan desanya bisa jadi juara di tingkat kabupaten. Bahkan di tingkat provinsi pula.

Di luar itu, di ingin agar desanya tidak hanya juara. Melainkan juga menang. Kata menang yang dia maksud adalah, dia ingin agar seluruh masyarakat Jurang Jaler lulus dalam ujian pandemi Covid-19. Yakni, mempertahankan pola hidup bersih dan sehat yang sudah dicapai saat ini.

Dia tak ingin, setelah meraih juara, lalu kembali seperti sediakala. Sehingga percuma juara, kalau tidak menang. “Itu yang paling penting,” tegas Suparman.

Kepala Dusun Mertak Men Khairul Anwar yang ditemui secara terpisah menambahkan, di tempatnya itu bermuki 276 kepala keluarga dengan 827 jiwa. Dia pun menceritakan salah satu inovasi di dusunnya untuk menjaga lingkungan tetap bersih. Yakni adanya 17 sapu lidi di tujuh titik di jalan utama dusun. Sapu-sapu lidi tersebut dilengkapi dengan lima bak sampah ukuran besar, enam bak sampah ukuran sedang, dan empat bak sampah khusus sampah-sampah non organik.

Dengan perlengkapan itu, warga mau tidak mau diwajibkan membersihkan sampah di tempatnya masing-masing. Hasilnya, saluran irigasi pun nol sampah. Air jernih dan bersih. Sementara untuk sampah organik, dikumpulkan oleh warga lalu dijadikan pupuk organik. Dicampur dengan kotoran sapi.

Begitu pula sampah non organik. Dimanfaatkan. Untuk botol dan gelas bekas minuman kemasan dijadikan media tanam untuk bunga. Atau pot tanaman hidroponik. (dss/r6) Editor : Administrator
#Kampung Sehat #Desa Jurang Jaler