“Ini bagian dari perhatian pemerintah bahwa, setiap warga negara memiliki hak yang sama. Jadi persiapkan diri dari sekarang,” pesan Plt Sekda Loteng H Mohammad Nazili, kemarin (28/6).
Untuk itu, kesempatan ini harus ditangkap. Peserta akan bersaing dengan sesama penyandang disablitas. Bukan dengan peserta lain.
“Formasi yang disiapkan tenaga teknis, atau pekerjaan yang tidak terlalu berat. Seperti tenaga operator atau administrasi,” ujarnya.
Kata Nazili, syarat utamanya yakni, kondisi disabilitas tidak terlalu parah. Baik fisik, intelektual, mental atau sensorik. Dibuktikan lewat surat keterangan dan pemeriksaan langsung. “Kita berharap, formasi disabilitas ini terisi semua,” ujarnya.
Jika tidak, pemkab dipastikan rugi. Begitu pula formasi lain. Khususnya formasi dokter gigi. Tahun-tahun sebelumnya, kosong peminat. Padahal yang dicari banyak. Padahal pemkab tidak mengusulkan formasi itu. Namun pemerintah pusat justru mencantumkannya.
“Sama seperti formasi disabilitas ini. Yang mencantumkan pemerintah pusat, bukan kita,” papar Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng tersebut.
Sementara itu, Bupati Loteng HL Pathul Bahri mengingatkan warga Gumi Tatas Tuhu Trasna di mana pun berada, harus mampu bersaing. Karena yang mengikuti seleksi CPNS tidak saja berlaku bagi warga Loteng. Melainkan seluruh Indonesia.
“Untuk itu, harus banyak-banyak belajar. Jangan mau kalah dengan peserta dari luar, tunjukkan bahwa kita mampu,” seru politisi Gerindra tersebut. (dss/r5) Editor : Administrator