“Ini rangkaian dari hari jadi NW ke-69 tahun,” kata Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Lazah NW Muhammad Syukri di kantor Pimpinan Daerah (PD) NW Loteng, Minggu (27/2).
Dijelaskan, kegiatan baksos itu digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Selama dua hari, 26-27 Maret.
Di Loteng ada dua titik kegiatan. Yakni di kantor PDNW Loteng. Di tempat itu, digelar pengobatan gratis non medis. Diantaranya bekam, akupuntur, kinesio, dan terapi sujok.
Sedangkan di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Yanmu Praya yakni donor darah, pengobatan gratis secara medis dan pembagian sembako. “Hari ini (Sabtu) kita targetkan ada 100 kantong darah,” tambah Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Lazah NW NTB H Mutawali, terpisah.
Dikatakannya, kegiatan donor darah itu sendiri tidak saja dilaksanakan sekali atau dua kali. Melainkan, berkali-kali atau simultan dan bersifat masif. Harapannya, stok darah tidak saja diperoleh di kantor Unit Transfusi Darah (UTD), atau kantor Dinas Kesehatan (Dikes), atau di PMI dan atau di rumah sakit di NTB.
“Tapi di NW juga ada. Jadi, bagi yang butuh darah kami di NW punya. Tinggal sebut berapa dan golongan darah apa,” tantang Sekretaris Dikes Loteng tersebut.
Sementara itu, Pembina PP Lazah NW TGH Zainal Arifin Munir mengatakan, Lazah NW berdiri di 27 provinsi dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tujuannya, membantu masyarakat dari berbagai aspek kehidupan. Dari kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga sosial budaya dan agama.
“Lazah NW hadir dari umat, untuk umat, oleh umat dan bangsa, dan negara,” papar pendiri dan pengasuh Yayasan Ponpes Yanmu Praya tersebut.
Dosen UIN Mataram tersebut berpesan, agar warga di mana pun berada di Indonesia, khususnya NTB dan Gumi Tatas Tuhu Trasna bisa memanfaatkan Lazah NW. Siapa pun berhak mendapatkan pelayanan di Lazah NW, tidak saja dari kalangan NW. Tapi warga pada umumnya. “Karena lembaga ini milik kita bersama,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita