Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan-jalan ke Desa Wisata Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng

Rury Anjas Andita • Kamis, 10 Maret 2022 | 16:00 WIB
BERSANTAI: Rifai beristirahat di atas kursi kayu miliknya di bawah Jembatan Sungai Jangkuk, Ampenan, kemarin (1/2).
BERSANTAI: Rifai beristirahat di atas kursi kayu miliknya di bawah Jembatan Sungai Jangkuk, Ampenan, kemarin (1/2).
DESA Wisata Lantan di Kecamatan Batukliang Utara menjadi satu dari 61 desa wisata di Lombok Tengah yang mulai dikenal luas. Di tempat itu, terdapat 24 air terjun.

---

Nama Desa Wisata Lantan sudah tidak asing lagi di dengar. Itu setelah desa di bawah kaki Gunung Rinjani tersebut, meraih juara nasional lomba desa pangan aman.

Jadi, bagi yang ingin menikmati kuliner-kuliner di Desa Wisata Lantan, dipersilakan datang tanpa harus khawatir atau takut lagi. Baik dari sisi kesehatan maupun label halal. “Kami tunggu kedatangannya di desa kami tercinta,” seru Kepala Desa (Kades) Lantan Erwandi pada Lombok Post.

Yang paling istimewa, Desa Wisata Lantan memiliki 24 air terjun. Hanya saja, baru dua air terjun yang baru dikelola pemerintah desa dan para pemuda desa. Keindahan alamnya tidak kalah dengan air terjun Benang Stokel dan air terjun Benang Kelambu di desa tetangganya, Desa Aik Berik.

Hanya saja, kalah terkenal. Wajar dua air terjun di Desa Aik Berik itu sudah lama dikelola. “Kenapa kami kelola dua itu dulu. Karena letak goegrafisnya dekat dari permukiman warga,” kata alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.

Nama dua air terjun tersebut yakni Elong Tune di Dusun Pemasir dan Babak Pelangi di Dusun Rerantek. Dua lokasi air terjun tersebut, selalu ramai dikunjungi wisatawan. Terutama hari-hari libur. Tidak saja dari Loteng, tapi kabupaten/kota tetangga di Pulau Lombok dan Sumbawa. Bahkan Indonesia.

Saat ini, pemerintah desa dan para pemuda tengah bekerja keras memperkenalkan potensi-potensi desa wisata. Baik lewat media sosial seperti Youtube, TikTok, Instagram, grup-grup WhatsApp, media cetak maupun elektronik hingga cerita dari mulut ke mulut.

Harapannya, yang datang tidak saja wisatawan lokal. Tapi wisatawan internasional. Sehingga momen World Superbike (WSBK), pramusim MotoGP hingga MotoGP di sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sangat dimanfaatkan.

“Untuk akses masuk ke objek-objek wisata air terjun itu ada yang mudah dan menantang. Tinggal pilih,” ujar Erwandi.

Yang pasti, bagi yang berkunjung akan merasa puas. Apalagi disambut dengan suasana sejuk dan asri. Karena, warga Desa Wisata Lantan sepakat menjaga hutan. Jika ada warga yang ditemukan menebang pohon, maka akan dikenai sanksi sebagaimana yang tertuang dalam awik-awik desa. Jadi, menikmati air terjun bisa sembari berswafoto dan berolahraga. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Tengah #Desa Wisata Lantan