Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sapi NTB Mulai Divaksin PMK, Kantong-Kantong Hewan Kurban Jadi Prioritas

Rury Anjas Andita • Selasa, 28 Juni 2022 | 17:00 WIB
VAKSINASI PERDANA: Ketua DPRD KLU Nasrudin mendapat jatah vaksinasi perdana bersama 19 orang lainnya, di aula bupati KLU, (2/2).
VAKSINASI PERDANA: Ketua DPRD KLU Nasrudin mendapat jatah vaksinasi perdana bersama 19 orang lainnya, di aula bupati KLU, (2/2).
PRAYA-Upaya memutus rantai penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai nyata. Sapi-sapi di Lombok Tengah mulai divaksinasi. Selain itu dilakukan juga penyemprotan disinfektan dan imbauan bagi para peternak, agar memperhatikan kebersihan kandang dan ternak.

“Kita mulai dari Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur. Ini menjadi program vaksin perdana,” tandas Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Loteng Taufikurrahman Pua Note, Senin (27/6).

Desa-desa yang lain, kata Arman, menunggu kebijakan dan arahan dari Pemerintah Provinsi NTB. Mengingat dosis vaksin yang disiapkan pemerintah pusat sangat terbatas. Jumlahnya hanya 24 ribu dosis atau cukup untuk 24 ribu ekor sapi saja.

“Vaksinasi ini sendiri, kita berikan pada sapi yang sehat. Bukan yang terjangkit PMK,” papar Arman.

Tujuannya untuk memastikan kekebalan tubuh pada ternak sapi, sehingga tidak mudah tertular PMK. Pemberian vaksin diprioritaskan pada kantong-kantong hewan kurban.

Dikatakannya, sementara hewan-hewan yang terjangkit PMK, tetap dan terus ditangani. Dari data provinsi jumlah yang terjangkit PMK di Loteng sebanyak 18.294 ekor. Dari jumlah itu, 9.422 ekor masih sakit, 8.860 ekor sudah sembuh dan 12 ekor potong bersyarat.

Sedangkan data yang dimiliki dispertan jumlahnya 12.313 ekor. Terdiri dari 6.201 ekor sudah sembuh dan sisanya 6.112 ekor masih sakit.

Bagi Arman, berapa pun datanya yang terpenting provinsi harus cepat membantu kabupaten/kota yang ada di Pulau Lombok. “Seperti yang seringkali saya sampaikan, penanganan PMK tidak bisa Loteng saja. Tapi, kabupaten/kota lain juga,” paparnya.

Itu semua, tidak lepas dari intervensi provinsi secara masif dan simultan. “Kalau total PMK se-Pulau Lombok sebanyak 49.288 ekor,” kata Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB drh Muslih di tempat yang sama.

Terdiri dari 24.878 ekor masih sakit, 24.189 ekor sudah sembuh, 165 ekor potong bersyarat dan 56 ekor mati. Untuk Lombok Timur, kata drh Muslih sebanyak 12.379 ekor. Terdiri dari 4.607 ekor masih sakit, 7.680 ekor sudah sembuh, 75 ekor potong bersyarat dan 17 ekor mati.

Kemudian, Lombok Barat sebanyak 10.190 ekor. Dari jumlah itu 4.062 ekor diantaranya masih sakit, 6.118 ekor sudah sembuh, dua ekor potong bersyarat dan delapan ekor mati.

Lombok Utara sebanyak 7.901 ekor. Dari jumlah itu 6.656 ekor diantaranya masih sakit, 1.191 ekor sudah sembuh, 23 ekor potong bersyarat dan 21 ekor mati.

Untuk Kota Mataram sebanyak 524 ekor. Terdiri dari 131 ekor masih sakit, 340 sudah sembuh dan 53 ekor potong bersyarat. “Sementara vaksin yang tersedia hanya untuk wilayah Lombok saja,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#sapi #vaksinasi PMK #IDUL ADHA