“Ada tiga hal yang ingin saya suarakan,” tandas Taufik usai dilantik dalam rapat paripurna istimewa, Kamis (14/7).
Yakni persoalan pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi. Politisi Gerindra tersebut menilai, program yang satu itu belum merata. Seperti terjadi di beberapa titik di wilayah Praya dan Praya Tengah.
Kemudian, persoalan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak. Baik sapi, kerbau maupun kambing. Terakhir, persoalan penyerapan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Ini juga belum maksimal,” ujarnya.
Kata Taufik, masih banyak warga lokal yang belum diberdayakan. Terutama warga lingkar KEK Mandalika. Sehingga wajar warga mencari peluang usaha lain. Diantaranya menjadi juru parkir, penjual nasi dan kopi hingga penjual baju.
“PAW yang kita jalankan ini sudah sesuai aturan yang berlaku,” kata Ketua DPRD Loteng M Tauhid saat memimpin sidang paripurna istimewa.
Salah satunya, lewat surat keputusan gubernur tertanggal 29 Juni lalu. Dia berpesan agar anggota dewan bersangkutan dapat dengan cepat beradaptasi dan bekerja sama dengan dewan lainnya. Sehingga tugas dan fungsi yang ada berjalan cepat dan sesuai target.
Sementara itu, Bupati HL Pathul Bahri mengingatkan, dewan dari daerah pemilihan (dapil) Praya-Praya Tengah tersebut dapat menjalankan amanah masyarakat dengan baik dan benar. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat di dengar. Kemudian diimplementasikan lewat program yang ada di dewan itu sendiri atau pemkab.
“Ada banyak agenda-agenda kerja kita. Baik di eksekutif maupun legislatif. Mohon kerja sama kita semua,” pungkas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita