
LombokPost - Komisi II DPRD Lombok Tengah (Loteng) melontarkan kritik tajam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Loteng Tahun Anggaran 2027. Legislatif menilai draf yang diajukan Pemkab Loteng belum matang karena sejumlah pertanyaan krusial dari dewan belum mendapat jawaban memuaskan.
Anggota Komisi II DPRD Loteng Ahmad Supli membeberkan sejumlah poin krusial yang menjadi sorotan dan catatan bagi pemerintah daerah. Pertama, dewan menilai pemkab tidak serius menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2027 sebesar Rp 597,31 miliar.
Angka itu dinilai terlalu rendah dan tidak realistis. Sebab, target PAD tahun berjalan sebesar Rp 534,7 miliar justru mencatat tren peningkatan signifikan sejak pertengahan hingga akhir tahun.
“Realisasi tahun ini pada pertengahan tahun saja sudah di atas target. Artinya, target tahun 2027 seharusnya bisa dipatok jauh lebih besar lagi,” cetus Supli kepada wartawan, Senin (20/7).
Kedua, sektor pariwisata turut menjadi sorotan. Dinas Pariwisata dinilai belum maksimal menggarap potensi retribusi tiket masuk di sejumlah destinasi wisata, seperti kolam wisata Aik Bukak serta kawasan Kuta dan sekitarnya.
“Uang dari tiket masuk kolam-kolam wisata yang banyak di sini larinya ke mana? Kok bisa kontribusinya malah tidak ada,” tanyanya heran.
Ketiga, Supli mempertanyakan komitmen pemkab terhadap reformasi birokrasi. Hingga kini, masih banyak jabatan kepala dinas, kepala bidang, dan kepala seksi yang lowong. Bahkan, ditemukan kepala sekolah yang sudah dilantik, tetapi belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi.
Sorotan keempat tertuju pada pengelolaan aset daerah berupa tanah dan bangunan yang terbengkalai dan rusak. Supli mencontohkan gedung Aerotel yang rusak tanpa anggaran pemeliharaan, bangunan PLUT, serta Sentra Hasil Olahan Pangan yang usulan anggarannya dicoret.
“Kita seperti memelihara kemubaziran. Harusnya taruh anggaran pemeliharaan Rp 1 atau 2 miliar di Aerotel agar dilirik pihak ketiga. Proyeksi pendapatannya kan nanti kembali ke daerah,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




