“Misalnya ikut membantu mempromosikan dan menyiapkan sarana, dan prasarana pendukung,” harap Kepala Desa (Kades) Penujak Lalu Suharto, Selasa (30/8).
Objek wisata ini terletak di Dusun Mentokoq Selanglet, Desa Penujak atau tepatnya area Bendungan Batujai. “Kalau ada yang menyebutkan masuk Desa Batujai, Kelurahan Panjisari atau Keluharan Semayan, saya bantah,” tantangnya.
Kata Suharto, hal itu sesuai dengan peta dan keberadaan permukiman warga. Objek wisata sabana hanya muncul setiap musim kemarau. Begitu air di Bendungan Batujai surut, maka hamparan rumput terlihat.
Rumput-rumput tersebut, bukan di tanam warga. Melainkan, tumbuh secara alami. “Lewat kesempatan ini juga kami berharap BWS membantu,” harapnya lagi.
Bentuknya, dengan memberikan izin pengelolaan kawasan. Sehingga warga dan pemerintah desa memiliki sumber pendapatan. Apalagi, yang berkunjung bukan puluhan atau ratusan orang. Melainkan, ribuan orang. Yang paling ramai setiap Minggu.
Agar pengunjung merasa aman dan nyaman, pihaknya tetap dan terus memantau. Caranya dengan mengerahkan badan keamanan desa (BKD). “Kalau urusan keamanan kami berikan jaminan,” tegas salah satu warga Dusun Mentokoq Selanglet Joni Iskandar, yang ditemui secara terpisah.
Sebagai salah satu juru parkir, sekaligus pengelola sabana, pihaknya bersama para pemuda dan warga pada umumnya sepakat menjaga wisatawan yang datang selama 24 jam. Baik wisatawan itu sendiri maupun barang bawaan hingga kendaraan.
Dikatakan, wisatawan tidak saja datang pagi, siang, atau sore hari. Tapi, ada pula yang malam hari. “Mereka membangun tenda dan bermalam di tempat kami ini,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita