“Kecuali, parkir saja. Mari datang dan saksikanlah,” seru Bupati Loteng HL Pathul Bahri, Minggu (4/12).
Kejuaraan motocross tingkat provinsi akan digelar Sabtu dan Minggu, 17-18 Desember. Saat ini, pihaknya terus berpacu dengan waktu menyelesaikan perbaikan dan pembenahan sirkuit. Sekaligus, infrastruktur jalan dan jembatan penghubung.
“Kami juga memutuskan menutup sementara sirkuit,” lanjut Ketua Panitia Lalu Firman Wijaya, terpisah.
Biasanya, kata Sekda Loteng tersebut, sirkuit Lantan digunakan untuk latihan. Bisa dikatakan setiap hari ada saja yang memanfaatkannya. Terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Yang datang latihan tidak saja dari warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Tapi, kabupaten/kota tetangga di Pulau Lombok, bahkan Pulau Sumbawa.
Itu karena sirkuit Lantan beda dengan sirkuit pada umumnya. Di mana, rutenya cukup menantang dan panjang. Kemudian, selesai balapan para pembalap dan penonton bisa menikmati sederetan objek-objek wisata yang ada. “Itu yang tidak ditemukan di tempat lain. Selain, Loteng,” tandasnya.
Diantaranya ada 14 titik air terjun, panorama kaki Gunung Rinjani yang asri, sejuk dan nyaman, hingga aneka kuliner khas. “Untuk memastikan tidak ada yang menggunakan sirkuit, kami membantu siaga menjaga,” tambah Kepala Desa (Kades) Lantan Erwandi.
Dikatakan, secara bergiliran warga Desa Lantan juga ikut membantu panitia dan pemerintah menyelesaikan perbaikan dan pembenahan sirkuit. Apalagi, bupati dan wakil bupati menargetkan sirkuit harus tuntas seminggu sebelum kejuaraan tingkat provinsi digelar.
“Kami bersyukur dan berterima kasih lewat sirkuit Lantan ini, ekonomi warga kami bergerak,” papar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita