“Ini terus kami ingatkan lewat penyuluhan tentang pelaksanaan tugas pokok fungsi (tupoksi) BKD,” ujar Kasat Binmas Polres Loteng AKP Gusti Lanang Wijana, Jumat (23/12).
Kegiatan itu, kata Lanang, menyasar seluruh desa-desa di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Binmas secara bergiliran mendatangi desa. Seperti yang digelar di Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah.
Di tempat itu, seluruh BKD dan aparatur pemerintah desa dikumpulkan. Mereka diingatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan kondusifitas daerah. Jika terjadi gangguan keamanan, maka sedini mungkin harus diminimalisasi. “Supaya tidak meluas dan melebar ke mana-mana,” tandasnya.
Terutama isu-isu menyangkut soal politik. Karena tahun 2023 hingga 2024 mendatang menjadi tahun politik. Belajar dari pesta demokrasi sebelum, kepolisian ingin Loteng tetap aman dan damai. Perbedaan pilihan dan langkah politik menjadi hal biasa.
Perbedaan itu, kata Lanang, jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan. Melainkan, sebagai upaya saling menghargai dan menghormati. “Yang pasti, BKD memiliki peran penting di tingkat akar rumput dan kehadirannya membantu aparat keamanan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Loteng Lalu Rinjani mengatakan, ada empat pilar keamanan di tingkat desa. Yakni babinsa, bhabinkamtibmas, satpol PP dan BKD. Kalau di tingkat kelurahan, namanya badan keamanan kelurahan (BKK).
Satpol PP Loteng menginginkan mereka menjadi garda terdepan, sekaligus contoh bagi masyarakat. Baik menyangkut urusan ronda malam, penanganan kamtibmas hingga membantu pemerintah desa membangun desa, fisik maupun non fisik. “Saya berharap empat pilar ini seiring sejalan dan saling mengisi,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita