Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Desa Setanggor Loteng Berharap Tak Dilarang Ngonten TikTok

Rury Anjas Andita • Selasa, 24 Januari 2023 | 15:00 WIB
LIVE TIKTOK: Inaq Jumawardi, salah satu pemeran konten TikTok nenek mandi lumpur dan mandi tengah malam di Dusun Pedek, Desa Setanggor, Praya Barat, Loteng saat live, Kamis (19/1). (Dedi/Lombok Post)
LIVE TIKTOK: Inaq Jumawardi, salah satu pemeran konten TikTok nenek mandi lumpur dan mandi tengah malam di Dusun Pedek, Desa Setanggor, Praya Barat, Loteng saat live, Kamis (19/1). (Dedi/Lombok Post)
PRAYA-Warga Dusun Pedek, Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah berharap aktivitas konten TikTok yang tengah viral akhir-akhir ini dapat berjalan seterusnya. “Jangan dilarang, apalagi ditutup. Karena dari konten ini, warga kami bisa makan dan hidup secara layak,” kata salah satu tokoh masyarakat Dusun Pedek Sadli pada Lombok Post, Senin (23/1).

Menurut dia, kalau pun materi konten dipersoalkan, maka pihaknya memastikan akan mengingatkan dan mengimbau warganya untuk mencari konten yang lebih kreatif. Walau demikian, pihaknya menekankan konten yang sempat viral bukan atas dasar paksaan. Melainkan, murni kreativitas dan keinginan pribadi. Seperti konten nenek mandi lumpur dan mandi tengah malam.

“Sampai ada artis dan orang di luar sana yang ingin melaporkan warga kami ke polisi. Menurut saya itu berlebihan,” ujar Sadli.

Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah dan aparat keamanan mendukung langkah warganya. Bukan sebaliknya. Apalagi, lewat kreativitas itu, warganya yang memiliki utang di bank “rontok” terlunasi dalam hitungan jam.

“Jadi, ini bagian dari pekerjaan utama kami,” kata salah satu pemilik konten TikTok Mustahap, terpisah.

Bagi pria kelahiran 1988 tersebut, kalau pemerintah dan aparat melarang, dan menyetop, maka para pemilik konten dan pemeran TikTok dalam hal ini warga akan kembali ke pekerjaan semula. Yakni sebagai buruh tani, buruh bangunan, sopir dan pengangguran.

“Atau kalau pemerintah mau menyiapkan pekerjaan lain buat kami, maka kami siap berhenti,” pungkasnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#tiktok #Loteng #konten #Desa Setanggor