“Perubahan itu menyangkut event-event atau hiburan saja,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng H Lendek Jayadi, Minggu (29/1).
Sedangkan untuk bau nyale tetap dilaksanakan di Pantai Seger. Bahkan seluruh pantai selatan Loteng. Mulai dari Pantai Torok Aik Belek Desa Montong Ajang, Kecamatan Praya Barat Daya hingga Pantai Blongsong Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur. Jadi, para pengunjung tinggal pilih.
“Akses masuk menuju Pantai Seger juga semakin terbatas. Ditambah jembatan penghubung yang mulai rusak,” kata mantan Sekretaris Disbudpar Loteng tersebut.
Beda halnya akses masuk menuju Pantai Tanjung Aan. Begitu di bundaran Songgong Desa Sukadana, maka pengunjung tinggal lurus melewati jalan raya yang sudah disiapkan ITDC. Begitu pula urusan perbaikan jembatan Pantai Seger, disbudpar memperkirakan membutuhkan biaya besar.
Atas dasar itulah, kebijakan pergeseran yang dimaksud diberlakukan. Namun, perubahan itu tidak sampai mengurangi legenda dari historika Putri Mandalika. Apalagi, mengkerdilkan Pantai Seger sebagai lokasi sang Putri Mandalika yang konon menceburkan diri ke laut hingga berubah wujud menjadi nyale.
“Tapi, murni memperkuat event-event yang kita siapkan di malam puncak,” kata Jayadi.
Menurut rencana akan hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno. Kemudian, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah dan beberapa pejabat kementerian terkait lainnya.
Sementara itu, Sekda Loteng Lalu Firman Wijaya menegaskan, lokasi bau nyale ada di mana-mana. Saat malam puncak bau nyale di Pantai Tanjung Aan sendiri akan diisi dengan sederetan hiburan. Salah satunya akan mendatangkan artis-artis ibu kota Provinsi NTB. “Bukan artis-artis ibu kota nasional,” kelakar Firman.
Kendati demikian, pihaknya menekankan bahwa esensi dari event bau nyale sebenarnya bukan pada siapa dan berapa artis yang didatangkan. Melainkan, bau nyale itu sendiri.
Untuk itu, pihaknya menyerukan kepada wisatawan ikut bersama-sama menangkap nyale atau cacing laut di pantai selatan Loteng. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita