Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menaker: Warga Lokal Tak Boleh Hanya Jadi Penonton di Daerah Sendiri!

Rury Anjas Andita • Senin, 13 Februari 2023 | 13:00 WIB
MELIHAT-LIHAT: Kepala Dinas Perindag Loteng HM Suhartono saat melihat-lihat produk UMKM di kantor bupati, Selasa (22/2). (Dedi/Lombok Post)
MELIHAT-LIHAT: Kepala Dinas Perindag Loteng HM Suhartono saat melihat-lihat produk UMKM di kantor bupati, Selasa (22/2). (Dedi/Lombok Post)
          PRAYA-Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Ida Fauziyah meminta perusahaan-perusahaan yang ada di dalam maupun luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah memprioritasan warga lokal. Mereka harus diserap dalam dunia kerja.

“Jangan sampai warga kita menjadi penonton di tengah keramaian yang ada,” sindir menaker saat menutup job fair di Bazar Mandalika, KEK Mandalika, Sabtu (11/2).

Warga lokal yang dimaksud berada di sembilan desa penyangga KEK Mandalika. Yakni Desa Kuta, Desa Prabu, Desa Rambitan, Desa Sengkol, Desa Pengembur, Desa Pengengat, Desa Tumpak, Desa Sukadana dan Desa Mertak.

Berbicara kemampuan keterampilan, pihaknya menilai warga lokal sudah berkualitas dan mumpuni. Apalagi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI telah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas.

Bahkan, program-program peningkatan kapasitas dan kompetensi berbasis kawasan. Salah satunya, lewat program magang yang disiapkan di hotel-hotel hingga restoran. “Bursa kerja yang kami siapkan ini wujud dukungan kami dalam penyerapan tenaga kerja lokal berbasis kawasan dalam Festival Pesona Pujut Mandalika,” kata menaker.

Kemenaker RI mengundang 35 perusahan di bursa kerja yang digelar di Bazar Mandalika. Total lowongan pekerjaannya yang disiapkan sebanyak 2.630 posisi. Mulai dari perhotelan, perbankan, ritel modern hingga pekerja migran Indonesia (PMI) di sejumlah negara di luar negeri. Salah satunya, Malaysia.

Walau demikian, jika ada warga lokal yang tidak mau bekerja di dunia kerja, maka kemnaker menyiapkan program tenaga kerja mandiri (TKM). Bentuknya, lewat pelatihan-pelatihan, pendampingan dan modal usaha.

“Kedatangan bu menteri ini luar biasa memberikan inspirasi dan motivasi kami, guna penyiapan tenaga-tenaga kerja andal,” kata Sekda NTB HL Gita Ariadi di tempat yang sama.

Ke depan, pihaknya memastikan terus melakukan penyiapan sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja. Tidak saja di dalam KEK Mandalika, tapi diluar KEK Mandalika. Terutama sembilan desa penyangga.

“Prinsipnya, kita juga terus berusaha agar warga di sembilan desa penyangga semakin berkualitas,” kata Wakil Bupati HM Nursiah. Baik dari sisi kompetensi, keterampilan dan keahlian. Sehingga mereka dengan mudah diserap ke dunia kerja. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#pekerja lokal #Menaker RI Ida Fauziyah #peluang kerja #KEK Mandalika