Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengadaan Terop dan Sound System Tak Lagi Masuk Pokir DPRD Loteng

Rury Anjas Andita • Senin, 10 April 2023 | 12:00 WIB
Ketua DPRD Loteng M Tauhid (Dewi/Lombok Post)
Ketua DPRD Loteng M Tauhid (Dewi/Lombok Post)
PRAYA-Beberapa aspirasi masyarakat yang kerap muncul pada kegiatan reses yaitu bantuan pengadaan terop dan sound system. Sayangnya, berdasarkan penjelasan pemda, kedua kegiatan itu tidak lagi dapat diakomodir dalam penyusunan pokok pikiran (pokir) DPRD Loteng. Dengan pertimbangan kedua kegiatan ini tidak mempunyai output yang jelas.

"Serta berdasarkan rekomendasi dari BPK RI agar kedua kegiatan tersebut tidak dianggarkan lagi," ucap Ketua DPRD Loteng M Tauhid, Minggu (9/4).

Namun, tegas M Tauhid, terop dan sound system tersebut secara faktual sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Terutama dalam mendukung kegiatan sosial keagamaan, bahkan sudah menjadi menu utama yang diusulkan dalam setiap kegiatan reses DPRD Loteng.

"Sebab itulah secara kelembagaan kami mendorong pemda untuk mengkaji lebih mendalam, sehingga didapatkan penjelasan yang lebih jelas dan komprehensif untuk disampaikan kepada masyarakat," tukasnya.

Terpisah, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, keputusan ada tidaknya terop dan sound system menjadi ranah keputusan dalam Musrenbang RKPD Loteng 2024. "Tidak bisa bupati, wakil bupati yang menetapkan. Semua usulan dan pokok-pokok pikiran itu diputuskan dalam Musrenbang," tegasnya.

Menyinggung Musrenbang RKPD Loteng 2024, bupati tegaskan ada sembilan bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Gumi Tatas Tuhu Trasna. "Kita bahas lebih awal mengingat kondisi masyarakat terhadap segala hal termasuk pokok-pokok pikiran DPRD Loteng menjadi rekaman kita bersama. Apalagi kita memiliki keterbatasan anggaran tentu prioritaskan yang jadi prioritas," katanya.

Bupati menyebutkan, adapun kesembilan prioritas ini meliputi peningkatan mutu layanan pendidikan dan meningkatkan mutu layanan kesehatan dasar dan rujukan.

Selain itu, standarisasi produk unggulan daerah, memperkuat ekosistem kepariwisataan daerah, peningkatan produktivitas, mutu produk pangan dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja.

Kemudian peningkatan kualitas jalan dan cakupan layanan irigasi, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan mitigasi bencana, peningkatan kualitas pelayanan publik dan menjaga stabilitas sosial kemasyarakatan. "Tema ini sangat penting dalam memandu kita dalam merencanakan program dan kegiatan pembangunan yang terfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan inovasi daerah, untuk mendorong akselerasi ekonomi yang berkelanjutan di Loteng," kata orang nomor satu di Loteng ini.

Bupati berharap, hasil musrenbang RKPD 2024 akan menjadi panduan bersama yang jelas dan terukur bagi pembangunan daerah. Sehingga melalui inovasi daerah diharapkan terjadi peningkatan kinerja daerah berupa pengembangan produk dan teknologi baru yang inovatif, peningkatan ekspor dan investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

"Sinergi yang terjalin antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta akan memberikan dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Loteng," tutup bupati. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#DPRD Loteng #musrenbang #Pokir Dewan