Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Loteng Akan Percepat Isi Jabatan Kasek yang Lowong

Rury Anjas Andita • Selasa, 2 Mei 2023 | 17:00 WIB
Wabup Loteng Nursiah (Dewi/Lombok Post)
Wabup Loteng Nursiah (Dewi/Lombok Post)
PRAYA-Wakil Bupati Loteng Nursiah berharap posisi kosong pada kepala sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) segera terisi. Hal ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

"Tentu ini jadi catatan penting bagi pemkab ya, harus kita percepat (keterisian, red)," ucap Nursiah, Senin (1/5).

Wabup akui, pihaknya sudah mendengar langsung tuntutan pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah agar menjadi pejabat definitif. Agar dalam pengelolaan dan jalannya pendidikan di sekolah lebih cepat dan lancar.

"Kondisi Plt ini sudah disampaikan, dan langkah untuk mengisi (kursi kepala sekolah) masih dalam proses. Kita harapkan pendidikan di Loteng semakin baik," tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng Lalu Idham Halid mengatakan, sebanyak 156 kursi kasek tingkat SD dan SMP masih lowong. Dengan rincian, pada akhir tahun 2022 sekitar 50 kasek pensiun ditambah posisi kursi kasek yang kosong pada periode sebelumnya sekitar 106 kasek. Sedangkan untuk tingkat SMP ada dua kursi kasek yang lowong.

"Sehingga totalnya 156 orang lebih, kosong ini karena ada yang pensiun, meski sudah diisi Plt tapi kemudian  meninggal dunia," ungkapnya.

Ratusan kursi kasek yang kosong ini, kata Idham, telah disampaikan kepada Sekda Loteng Lalu Firman Wijaya sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah. "Kekosongan ini sudah cukup lama," tambah Idham.

Ia pun mengusulkan agar 72 dari total 156 guru penggerak dapat mengisi kekosongan kursi kasek tersebut. Mengingat mereka telah memiliki sertifikat guru penggerak, maka dapat langsung diangkat sebagai kasek, pengawas, kepala seksi (kasi) di Dinas Pendidikan.

"Apalagi sekarang sudah tidak ada lagi NUKS (nomor unik kepala sekolah) sebab dengan adanya guru penggerak, otomatis dapat diangkat sebagai kasek atau pengawas," jelas Idham.

Melihat potensi kekosongan kursi masih ada kurang dari 50 persen, Idham menuturkan, juga akan mengusulkan guru-guru senior yang ada di sekolah tersebut. Atau mereka yang pernah mengikuti dan lolos NUKS sebelumnya. "Yang senior ini dan sudah lolos NUKS sebelumnya tentu kita dahulukan (sebagai kasek), dengan jumlah 30 orang," ujarnya.

Selain kekosongan kursi kasek, lanjut dia, Disdik Loteng juga mengusulkan 43 orang guru untuk taman kanak-kanak (TK) negeri. Sebagai upaya memperbanyak TK negeri di Loteng, yang saat ini masih berjumlah delapan sekolah dan ada empat kecamatan yang belum.

"Sehingga kami targetkan setiap kecamatan ada minimal satu (TK negeri), yang belum ini ada di Praya Tengah, Jonggat, Praya Barat Daya dan Pringgarata," tegas Idham.

Dengan adanya pemetaan guru tersebut, Idham tegaskan, Gumi Tastura sedikitnya membutuhkan 1.042 guru tahun 2023 untuk ketiga jenjang sekolah. Diakui, sebelumnya Dapodik mengusulkan 1.542 guru yang dibutuhkan Loteng. Namun, setelah pihaknya melakukan rapat kembali dengan pertimbangan hasil pemetaan daerah dan ketersediaan anggaran daerah hanya mampu memenuhi kuota 1.042 orang guru.

"Kebutuhan guru yang sudah kita petakan 1.042 orang, mereka sebagai guru PPPK akan digaji melalui APBD Loteng sekitar Rp 63 miliar," tukasnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Pemkab Loteng #Jabatan Lowong #Kasek #hardiknas