"Kami hanya memfasilitasi lokasi tes pemeriksaan saja, hanya dua hari, Selasa dan Rabu. Pihak RSUD Praya meminjam agar tidak terjadi penumpukan di rumah sakit dan pelayanan rumah sakit tidak terganggu," papar Sekretaris DPRD Loteng Suhadi Kana yang dikonfirmasi koran ini, Selasa (2/5).
Direktur RSUD Praya Mamang Bagiansah mengatakan, tes pemeriksaan kesehatan bacaleg sebenarnya sudah dilakukan mulai pekan lalu. Namun isidentil di setiap rumah sakit manapun. "Sesuai arahan dan amanat dari BKPP Loteng untuk tes pemeriksaan bagi calon PPPK karena waktunya bersamaan kenapa tidak kami lanjutkan untuk bacaleg," katanya.
Mamang menambahkan, untuk rangkaian tes pemeriksaan kesehatan terdiri atas tes urine, pemeriksaan fisik, IQ atau kecerdasan, dan tes kepribadian. Setiap bacaleg yang lakukan pemeriksaan dikenakan biaya Rp 500 ribu per orang. Nominal ini dinilai terjangkau karena dalam bentuk paket tes pemeriksaan.
"Sedangkan untuk hasil tes nanti, paling lama keluar tanggal 10 Mei, karena hasil tes harus kita bawa dulu ke Mataram," pungkasnya.
Jadwal pelaksanaan tes pemeriksaan kesehatan, kata dia, dibagi menjadi dua hari. Pada hari Selasa (2/5) untuk Golkar, NasDem, PAN, PBB, dan Perindo. Sedangkan partai Gerindra pada hari Rabu (3/5). “Pelayanan MCU bacaleg di RSUD Praya tetap ada," imbuh Mamang.
Dipilihnya lokasi aula Sekretariat DPRD Loteng, lantaran agar tidak terlalu mengganggu pelayanan umum sehingga tak terjadi antrian panjang dan penumpukan. "Di sini (aula dewan) juga lebih nyaman ya, alhamdulillah kami dapat fasilitas dari sekretariat dan dapat izin dari ketua dewan," paparnya.
Untuk tenaga kesehatan yang disiapkan RSUD Praya selama MCU di aula Sekretariat DPRD Loteng terdiri atas satu dokter tes kejiwaan, tiga dokter tes fisik, dan satu analis kepribadian. Jika ditotal ada 21 orang dalam tim MCU termasuk tenaga administrasi dan perawat.
"Pada hari pertama sudah ada 700-800 yang lakukan tes MCU, semoga semua berjalan lancar," pungkasnya. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita