Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Minta Poltekpar Lombok Bantu Beri Pelatihan Hospitality

Rury Anjas Andita • Rabu, 10 Mei 2023 | 16:00 WIB
BERI MASUKAN: Asisten II Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi (kiri) bersama Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja (kanan) konferensi pers usai menggelar sidang terbuka senat Akademi Poltekpar Lombok, Selasa (9/5). (Dewi/Lombok Post)
BERI MASUKAN: Asisten II Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi (kiri) bersama Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja (kanan) konferensi pers usai menggelar sidang terbuka senat Akademi Poltekpar Lombok, Selasa (9/5). (Dewi/Lombok Post)
PRAYA-Pemprov NTB mengingatkan tenaga-tenaga ahli bidang pariwisata yang dihasilkan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok merupakan inti dari pembangunan pariwisata di Bumi Gora. Sebab potensi peluang bekerja di dunia internasional adalah bidang pariwisata.

"Kita tahu bersama selama ini tenaga-tenaga pariwisata yang bekerja di luar negeri itu sebagian besar dari Bali, sebab itu sekaranglah saatnya bagi generasi muda NTB tangkap peluang tersebut," ucap Asisten II Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi usai menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademi Poltekpar Lombok, Selasa (9/5).

Kehadiran Poltekpar Lombok terhadap sektor pariwisata di NTB, khususnya Loteng terlihat pada kian maraknya pembangunan hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Diyakini, semakin membaiknya perekonomian Indonesia jumlah hotel yang terbangun juga akan bertambah.

"Jika dulu tenaga ahlinya kita datangkan dari luar daerah, sekarang adanya Poltekpar Lombok, insya Allah tenaga-tenaga dasar yang dibutuhkan perhotelan dapat menggunakan sumber daya manusia dari Poltekpar Lombok," tambahnya.

Eka menuturkan, sejalan dengan perkembangan pariwisata sejalan pula peningkatan hospitality atau keramahtamahan. Artinya, banyak sektor yang harus mengandalkan atau mengutamakan keramahtamahan itu sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan.

"Saya lihat justru kepariwisataan ini bekerja lebih banyak di luar pemerintahan, seperti rumah sakit juga membutuhkan ketika menyambut pengunjung rumah sakit," kata dia.

Untuk membangun keramahtamahan ini, lanjutnya, Poltekpar Lombok dapat memberikan pelatihan kepada sektor-sektor di luar pariwisata namun memiliki basis hospitality itu. "Bukan hanya lulusan poltekpar kerja di sana tapi bisa libatkan mereka untuk dilatih di Poltekpar," tambah mantan kepala Dinas Kesehatan NTB ini.

Dijelaskan, pada tujuh desa yang berada di lingkar Daerah Pariwisata Super Prioritas (DSPS) Mandalika akan mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 750 miliar dari usulan Rp 2 triliun. Anggaran itu diperuntukkan perbaikan jalan dan infrastruktur disekitar tujuh desa tersebut.

"Artinya kan ada masyarakat disana yang butuh dilatih dan memiliki bayangan dan rasa yang sama untuk pariwisata agar desa mereka yang terpilih bisa semakin maju. Kita harap Poltekpar Lombok ikut ambil peran disana," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB itu.

Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja menambahkan, pelatihan keramahtamahan terhadap pegawai rumah sakit di Loteng telah diajukan sebelumnya oleh RSUD Praya. Artinya, Poltekpar Lombok ikut ambil peran berkontribusi dalam pariwisata dan hospitality di daerah. "Kapan jadwal pelatihan itu kami masih tunggu konfirmasi dari direktur rumah sakit," katanya.

Herry menambahkan, Poltekpar Lombok telah berhasil memperoleh akreditasi perguruan tinggi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan predikat Baik Sekali. Ini jadi bukti bahwa institusi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT.

"Namun kami belum puas dan akan terus melakukan inovasi untuk meraih predikat yang lebih tinggi, baik secara nasional maupun internasional," kata Herry.  (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Poltekpar Lombok #hospitality #Pemprov NTB