"Jadi bunga pinjamannya dulu yang sudah kita bayarkan, dua tahun," ungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Loteng Taufiqurrahman Pua di ruang kerjanya, Senin (5/6).
Seperti diketahui, pada pemerintahan Pathul-Nursiah telah mengajukan pinjaman ke PT SMI Rp 200 miliar. Namun yang digunakan sebesar Rp 187,08 miliar.
Pinjaman ini dihajatkan untuk menopang pembangunan, terutama infrastruktur jalan di daerah. Utang dilakukan mengingat adanya kebijakan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI terkait pinjaman PEN Pemda sebagai alternatif pembiayaan bagi daerah.
"Pinjaman pokoknya yang PEN ini kita mulai tahun depan, sebesar Rp 23 miliar per tahun," tambahnya.
Terpisah, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengaku, pemkab Loteng telah tiga kali mengajukan pinjaman. Pertama pada tahun 2013 sebesar Rp 96 miliar untuk peningkatan infrastruktur jalan dan telah berhasil dikembalikan sesuai dengan aturan.
"Kualitas jalan di Lombok Tengah meningkat, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Selanjutnya, pemerintah daerah kembali mengajukan pinjaman Rp 76 miliar untuk pembangunan pasar Jelojok di Kecamatan Kopang dalam rangka mendukung percepatan peningkatan ekonomi masyarakat. "Pinjaman pertama dan kedua itu telah dikembalikan," tambahnya.
Kemudian, pinjaman ketiga sebesar Rp 200 miliar untuk peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Gumi Tatas Tuhu Trasna. Pengembalian dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
"Kita mendapatkan pinjaman itu, karena kita tidak pernah ada tunggakan pada saat pengembalian," kata orang nomor satu di Loteng ini.
Program dari pinjaman tersebut memang diprioritaskan untuk meningkatkan dan percepatan pembangunan daerah. Selain itu, secara administrasi Loteng memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pertimbangan dari PT SMI, pemerintah daerah dengan DPRD Loteng memiliki komitmen sama dalam mengambil kebijakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat," tutup Bupati Pathul. (ewi/r5) Editor : Rury Anjas Andita