Ajang balap grasstrack dan motocross nasional selama dua hari itu, memberikan dampak ekonomi luar biasa. Khususnya bagi masyarakat Loteng di bagian utara.
Begitu juga pelaku UMKM hingga pedagang kaki lima turut kecipratan. Omset rata-rata yang diperoleh pedagang bisa mencapai Rp 3 juta per hari. ”Semua merasakan dampaknya, tak kurang dalam setengah hari bisa dapat Rp 2-3 juta,” timpalnya.
Bambang mengatakan, dalam ajang ini ada dua kategori kelas, kejurnas dan supporting. Dihadirkannya kelas supporting, untuk menggali potensi bakat-bakat pembalap baru. ”Terutama dari Loteng, ternyata banyak sekali potensi pembalap lokal yang harus didukung agar mampu ke kancah nasional dan internasional,” ucap Bambang yang juga Direktur Perumdam Tirta Ardhia Rinjani ini.
Adapun dukungan yang akan diberikan daerah, kata Bambang, akan diberikan pelatihan dan pembinaan bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB dan IMI Loteng. Dengan menghadirkan sarana prasarana pendukung, termasuk kehadiran Sirkuit 459 Lantan.
Terpisah, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengatakan, kegiatan ini diharapkan ikut mempromosikan pariwisata, baik itu wisata bahari maupun wisata alam. Mengingat wilayah utara Loteng punya potensi pariwisata cukup banyak. Sedikitnya, ada sembilan air terjun di kawasan utara dapat dijadikan tempat rekreasi bersama keluarga.
”Di wilayah selatan ada MotoGP, di wilayah utara ada motorcross. Semuanya bisa dijadikan sarana untuk rekreasi bersama keluarga,” ujarnya.
Di sisi ekonomi, kata Pathul, kegiatan kejurnas dapat berdampak positif bagi pelaku UMKM. Perputaran ekonomi warga masyarakat utara khususnya semakin nyata. Sehingga kedepannya setiap kegiatan apapun pelaku UMKM bisa diajak untuk berpartisipasi.
”Alhamdulillah dengan kegiatan ini ada peningkatan ekonomi bagi masyarakat khususnya para pedagang di wilayah utara,” ucap bupati yang digadang-gadang maju Pilgub NTB ini.
Pemkab Loteng diharapkan dapat menyelenggarakan event yang lebih besar lagi. Semua itu untuk kepentingan masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna umumnya dan masyarakat wilayah utara khususnya.
Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyempatkan diri turut hadir di ajang kejurnas. Ia melihat, antusias pembalap lokal hingga Bali Nusra sangat tinggi mengikuti balapan di Sirkuit 459 Lantan.
”Semakin banyak daerah yang berpartisipasi, semoga kita bisa memainkan peran di tingkat nasional dan internasional semakin bagus,” kata Zul.
Zul tak menampik, talenta-talenta lokal dapat ikut serta pada ajang MXGP mendatang sebagai wildcard. Meski untuk mengikuti ajang MXGP butuh proses panjang. Dengan memiliki sirkuit sendiri, diakui akan memudahkan pembalap lokal mengasah keterampilannya.
”Kita wildcard bisa masuk, peluang terbuka. Ini untungnya sebagai tuan rumah,” kata Gubernur. (ewi/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post