Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram dan STP Mataram Dampingi Mitra Kelompok Tani, KWT, dan Pokdarwis melalui Program Kosabangsa

Habibul Adnan • Senin, 23 Oktober 2023 | 18:58 WIB

TINGKATKAN KAPASITAS PETANI: Narasumber dan para peserta sosialisasi dan pelatihan pemetaan potensi wisata program Kosa Bangsa
TINGKATKAN KAPASITAS PETANI: Narasumber dan para peserta sosialisasi dan pelatihan pemetaan potensi wisata program Kosa Bangsa
PRAYA - Universitas Mataram (Unram) bersama Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram (STP Mataram) melakukan pendampingan kepada mitra kelompok tani, KWT, dan pokdarwis di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Kementerian Kebudayaan Ristek dan Pendidikan Tinggi.

Dalam program ini, Unram sebagai pendamping dan STP Mataram sebagai pelaksana. Mereka memberikan sosialisasi dan pelatihan pemetaan potensi wisata, serta pelatihan pengelolaan pupuk kompos ternak. Sebagai upaya pemetaan potensi wisata itu, ada pengembangan produk tanaman hortikultura.

Dr. Murianto, M.Par dari Ketua Pelaksana Program Kosabangsa mengatakan, pihaknya menjalin kemitraan dengan kelompok tani dan ternak millenial D’Kabul, Kelompok Wanita Tani Dahlia Kabul, Kelompok Sadar Wisata dan Pemerintah Desa Kabul. "Ini program unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarkat Desa Kabul," ujarnya.

Dalam program Kosabangsa yang pertama, dia mengatakan, ada sosialisasi dan pelatihan pemetaan potensi wisata. Pihaknya mengarahkan agar potensi desa wisata harus terus dikembangkan dengan berbagai Stakholders.

STP Mataram, tegasnya, akan terus mendukung dan mendampingi pengembangan dan pengelolaan atraksi wisata di Desa Kabul. "Dengan adanya pengembangan tanaman hortikultura ini, akan menjadi salah satu agrowisata tambahan bagi desa wisata Kabul," imbuh Murianto.

Kepala Desa Kabul Sahurim A.Ma, menyambut baik program pemberdayaan masyarakat oleh tim pelaksana Kosa Bangsa. Baik oleh STP Mataram selaku pelaksana, maupun Universitas Mataram (UNRAM) sebagai pendamping. Dia berharap, bisa menjadi pemicu dan contoh dalam pengembangan tanaman hortikultura terintegrasi dan dapat dijadikan atraksi wisata di Desa Kabul.

Ketua pendamping Kosa Bangsa dari Unram Ir. Aluh Nikmatullah, P.hD berharap, para petani millenial, KWT dan semua masyarakat tetap semangat. Dia mengatakan, Unram akan terus mendukung program-program pengembangan dan peningkatan kapasitas kelompok tani. "Sehingga dapat mewujudkan pertanian yang terintegrasi dengan pariwisata," ujarnya

Koodinator Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB H. Ruslan meminta kepada petani untuk menggunakan lahan semaksimal mungkin. Baik di musim panas dan musim hujan sehingga dapat memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.

Kepala UPT. Penyuluhan, HPT dan Keswan Kecamatan Praya Barat Daya Lalu Ahmad.S.P, M.Si menyampaikan, dengan adanya legalitas dan kelembagaan kelompok tani ternak millenial D’kabul, akan mendukung semua kegiatan pemberdayaan. Termasuk juga kerjasama antar pihak-pihak terkait. Misalnya dalam pengembangan produk tanaman hortikultura.

Kemudian, pada pelatihan Program Kosabangsa yang kedua, Sahurim selaku Kepala Desa Kabul juga mengapresiasi pelatihan pengelolaan pupuk kompos dari limbah ternak untuk mewujudkan integrated farming di Desa Wisata Kabul. Menurutnya, pelatihan itu sangat penting dalam mewujudkan pertanian sehat dan mandiri.

Kata dia, potensi pupuk organik di Desa Kabul sangat melimpah. Sebab, banyak sekali bahan baku yang bisa diolah menjadi pupuk organik itu. "Sehingga sangat perlu ada pembinaan dalam pengolahanya," ujarnya.

Sementara itu, terkait pengelolaan pupuk kompos ternak, I Ketut Bagiastra, M.Pd mewakili tim pelaksana Kosa Bangsa menambahkan, bahwa perhatian pemerintah kepada petani sudah sangat baik. Terbukti dengan adanya program Kosa Bangsa. "Produk dari hasil pelatihan ini bisa digunakan untuk pengembangan agrowisata dan dijual kepada masyarakat luas," katanya.

Nanik Herawati, S.P, M.Si mewakili Kantor BSIP Provinsi NTB mengatakan, kerjasama ini akan ditindaklanjuti dengan MoU antara kelompok tani Millenial D’kabul dengan Kantor BSIP Provinsi NTB. Dia juga menyampaikan, hasil olahan pupuk kompos itu segera uji kandungan di Laboratorium BSIP.

Titin Sugianti, S.P selaku narasumber dalam pelatihan pembuatan kompos dari kotoran kambing menyampaikan, dari pengolahan ini bisa dijadikan sebagai pupuk organik yang tepat untuk mewujudkan sistem pertanian terpadu. Kemudian, pemilihan alat dan bahan, hingga proses pembuatan pupuk perlu ketelitian.

Para peserta tampak serius mengikuti pelatihan itu, dalam kesempatan itu, hadir juga Putra selaku Koodinator Bibit dari Bintang Asia sebagai salah satu stakeholders pendukung. Putra juga memberikan pendampingan bibit hortikultura yang unggul. (bib)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Unram #stp MATARAM #KWT #pupuk kompos