Selain Nursiah, DPP Partai Golkar juga menyebut dua nama lainnya, yakni Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Tengah H Humaidi dan Anggota DPRD NTB dari Fraksi Golkar Ahmad Puaddi. Nama ketiga kader partai berlambang pohon beringin itu tertuang dalam lampiran surat resmi dari DPP Partai Golkar dengan nomor: 308/GOLKAR/XI/2023.
Nursiah menjelaskan, belum lama ini kader dan pengurus Golkar mendapat undangan dari pusat. Dalam pertemuan itu penugasan yang dimaksud adalah untuk menyukseskan kemenangan Pilpres dan Pileg 2024.
"Jadi yang dimaksud dalam penugasan itu ya tugas itu (Pilpres dan Pileg, red)," kilahnya pada wartawan, Selasa (28/11).
Nursiah berkelit, jika belum saatnya membahas Pilkada Loteng 2024. Sebab agenda terdekat saat ini adalah kemenangan mengusung capres-cawapres Prabowo-Gibran dan raihan kursi legislatif dari tingkat kabupaten/provinsi/pusat.
"Kalau masalah itu (Pilkada Loteng, red) nanti berikutnya, selesai Pilpres dan Pileg baru kesana," tambah Nursiah.
Terus menerus dicecar soal posisi satu di Gumi Tastura, Nursiah tak menampik jika ada perintah dari partai maka sebagai kader Golkar harus selalu siap. "Apapun perintah partai harus siap," kata Sekretaris DPD Golkar Loteng ini.
Pengamat politik pun menilai, potensi dan peluang Nursiah sebagai bakal calon bupati dari Golkar terbuka lebar. Mengingat posisinya saat ini sebagai orang nomor dua di Loteng.
"Itu kan pengamat, siapa pun diamati dan didalami. Kalau itu hasil survei dari pengamat, ya menjadi salah satu pendapat masyarakat," terangnya.
Nursiah menekankan, kontestasi Pilkada nantinya masih menggandeng Partai Gerindra. Berbanding lurus dengan koalisi tingkat pusat. "Jadi bupati dan wakil bupati, kami (Golkar, red) masih akan satu paket dengan Gerindra. Artinya, komunikasi, sinkronisasi dan harmonisasi masih terus dilakukan," pungkas Nursiah. (ewi)
Editor : Kimda Farida