LOMBOKPOST-Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) diminta turut mempromosikan destinasi wisata di NTB atau Indonesia saat di tempat negara tujuan.
"Perkenalkan destinasi wisata Indonesia termasuk wisata NTB di negara tujuan jika sudah bekerja nanti," kata Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, Rabu (13/12).
Ia mengatakan, banyak destinasi wisata yang sangat indah di Indonesia termasuk di NTB, karena memiliki potensi alam dan saat ini telah menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) ditambah hadirnya Sirkuit Mandalika.
Selain itu, destinasi wisata di Lombok ini juga telah menjadi tujuan wisatawan seperti di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, dan destinasi air terjun serta wisata Gunung Rinjani dan lainnya.
"Jelaskan dengan baik objek wisata dan budaya di NTB ini kepada warga di negara penempatan, sehingga mereka tertarik untuk datang berwisata ke Indonesia atau NTB," timpalnya.
Menaker Ida berharap, kepada pemerintah daerah atau OPD untuk bisa memberikan pembekalan kepada para CPMI sebelum mereka diberangkatkan tentang objek pariwisata di NTB. Sehingga informasi tentang wisata di Indonesia bisa menyebar di negara tujuan.
"Berikan pembekalan tentang destinasi wisata kepada para CPMI. Saya yakin ini bisa meningkatkan promosi pariwisata di Indonesia kepada wisatawan luar negeri," kata wanita berhijab itu.
Jika program ini berjalan, sambungnya, kunjungan wisatawan ke Indonesia khususnya di NTB bisa meningkat dan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terlebih angka kemiskinan di NTB saat ini cukup tinggi, sehingga program ini bisa mendukung penurunan kemiskinan melalui sektor pariwisata.
"Sektor pariwisata sangat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat," ucap Menaker Ida.
Tak lupa, Menaker Ida mengimbau kepada para ASN yang terlibat dalam proses migrasi, untuk tidak pernah lelah memberikan pelayanan kepada para pahlawan devisa. Apapun itu, PMI adalah agen transformasi pembangunan ekonomi, baik ekonomi daerah asal maupun ekonomi nasional.
"Untuk para pencari kerja yang berminat kerja ke luar negeri, ingat, berangkat secara prosedural. Ini demi kebaikan para PMI dan keluarga PMI," pungkasnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida