Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Ramdani, Rumah Hancur Tertimpa Pohon saat Hujan Badai, Anak Baik-Baik Saja, Ibu Alami Bocor di Kepala

Lestari Dewi • Jumat, 5 Januari 2024 | 17:10 WIB

 

Ramdani (kiri) dibantu warga membersihkan puing rumah yang porak poranda akibat pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang di Dusun Bererong, Desa Nyerot, Kecamatan Jonggat, Loteng.
Ramdani (kiri) dibantu warga membersihkan puing rumah yang porak poranda akibat pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang di Dusun Bererong, Desa Nyerot, Kecamatan Jonggat, Loteng.

Nasib nahas dialami Ramdani, warga Dusun Bererong, Desa Nyerot, Kecamatan Jonggat. Rumahnya porak poranda tertimpa dua pohon besar saat hujan badai disertai angin kencang. Sang ibu mengalami bocor di kepala, sementara anak semata wayang baik-baik saja.

--------

RABU siang lalu (3/1) hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda kawasan Kota Praya dan sekitarnya. Membuat sebagian orang lebih memilih berada di dalam rumah atau gedung.

Namun siapa sangka, nasib naas dialami keluarga Ramdani, berniat mengamankan diri ditengah cuaca yang buruk, justru sang ibu dan anak semata wayangnya menjadi korban. Rumah mereka ketiban dua pohon besar yang ada di pekarangan rumah.

Bruuuuukkkkk !!!!! disertai getaran seperti gempa membuat siapa saja yang mendengarnya kaget. Bertanya-tanya ada apa gerangan di luar rumah mereka. Namun, karena cuaca sangat buruk membuat tetangga disekitar rumah Ramdani tak ada yang berani keluar. Terkecuali Inaq Encih alias Sahnun.

Sahnun nekat keluar rumah saat cuaca buruk. pasca membuka pintu rumah miliknya, ia mengaku sangat kaget dan jantung berdegup kencang melihat rumah Ramdani hancur porak poranda akibat pohon tumbang, bukan satu melainkan dua pohon.

“Pohon manga dan pohon kelapa, ukurannya besar-besar,” ungkap Sahnun pada wartawan, kemarin (4/1).

Khawatir dengan kondisi penghuni rumah, sebab diketahui ada seorang nenek dan cucu yang tinggal di dalam rumah. Alias ibu dan anak kandung Ramdani. Panik melihat kondisi rumah, Sahnun segera berlari menuju rumah kepala dusun setempat, sembari berteriak meminta tolong. Ada rumah ambruk dan dikhawatirkan memakan korban yang berada di dalam rumah.

“Masih hujan besar itu, saya nekat lari ke rumah kadus minta bantuan. Sambal teriak tolong, tolong,” katanya menirukan kondisi siang itu.

Sejumlah warga pun akhirnya keluar rumah mendengar teriakan Sahnun. Beberapa pria atau tetangga segera menuju rumah Ramdani yang kala itu sedang bekerja di Kota Praya, mereka mencari keberadaan seorang nenek dan cucunya.

“Neneknya ada bocor di kepala, cucunya selamat. Baik-baik saja dan segera dibawa ke Puskesmas,” ungkap wanita usai 62 tahun ini.

Sahnun mengaku, dirinya bersama tetangga lain yang berada tak jauh dari rumah Ramdani mengira yang akan tumbang adalah pohon kelapa di bagian utara. Namun tidak menyangka, yang tumbang duluan adalah dua pohon yang berada disebelah timur. Warga pun bergotong royong memotong batang pohon.

Pada Koran ini, Ramdani mengaku rumahnya belum bisa dihuni sementara waktu. Melihat kondisi atap rumah hancur lebur, tembok rumah rusak, perabotan pun demikian. Kerugian yang dialami Ramdani berkisar belasan jut ajika ingin memperbaiki rumahnya kembali.

Namun satu sisi dirinya bersyukur, jika sang ibu dan anak semata wayangnya masih bisa selamat dari musibah ini.

“Ibu saya sudah membaik, sekarang di rumah keluarga bersama anak,” ungkapnya usai menerima bantuan sembako dari BPBD Loteng.

Kepala Desa Nyerot Sahim menambahkan, akibat cuaca buruk dengan hujan dan angin kencang membuat lima rumah terdampak. Empat diantaranya rusak ringan, berupa atap yang copot darikerangkanya. Sedangkan satu rumah rusak berat akibat pohon tumbang.

“Desa akan bergotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak berat dan ringan ini. Terhadap pohon-pohon tinggi yang ada dipekarangan rumah, kami imbau segera ditebang untuk antisipasi pohon tumbang,” tukasnya. (*)

Editor : Marthadi
#Jonggat #Loteng #hujan badai #Rumah Hancur Tertimpa Pohon