LombokPost-Pengisian jabatan pengawas dan kepala puskesmas yang lowong telah dilakukan Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri pada Jumat (5/1) lalu.
Mereka diingatkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terutama dalam hal kesehatan. Terutama bagi para pasien yang datang ke Puskesmas agar diberikan pelayanan yang ramah.
Jika ada persyaratan yang belum lengkap diajukan oleh masyarakat, maka pihak puskesmas diharapkan dapat mengarahkan masyarakat. Sehingga semua proses bisa dilalui dengan maksimal.
“Bagi para pejabat yang sudah dilantik kemarin, kalau ada masyarakat kita yang datang ke Puskesmas maka harus berikan pelayanan yang murah senyum dan lainnya. Sebab, masyarakat kita datang ke Puskesmas pasti karena ada kebutuhan, maka layani setulus hati karena kita adalah pelayan masyarakat,” kata Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri yang dikonfimasi, Minggu (7/1).
Kementerian Kesehatan RI, sambungnya, telah menerapkan transformasi kesehatan Indonesia yang merupakan sebuah inovasi yang dilakukan mencakup enam pilar transformasi. Antara lain, transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan dan teknologi kesehatan.
Bertitik tolak dari hal tersebut, Pemkab Loteng telah melakukan tindak lanjut dari enam pilar transformasi kesehatan terutama pilar pertama transformasi layanan primer. Dengan membangun fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu enam Puskesmas di tahun 2023 dan merehabilitasi 126 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Polindes.
Tidak hanya Puskesmas, Pustu dan Polindes namun layanan kesehatan rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya terus dilakukan pembenahan baik fisik maupun sistem sehingga kualitas pelayanan semakin membaik.
“Begitu juga dengan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di tahun 2023 oleh Pemkab Loteng mendapatkan formasi 713 tenaga PPPK yang siap memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.
Dari sisi program, Gumi Tastura telah berhasil menurunkan angka stunting dari 20,81 persen menjadi 13,34 persen di tahun 2023 atau lebih rendah dari target nasional tahun 2024 yaitu 14 persen. Begitu juga dengan angka kematian ibu dan kematian bayi, telah terjadi penurunan yang signifikan. “Selain itu, sebanyak 27 Puskesmas telah terakreditasi dengan akreditasi paripurna,” timpal politisi Gerindra ini.
Diharapkan, para pejabat yang telah dilantik itu bisa memberikan perubahan yang lebih bagus terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Sehingga masyarakat benar-benar merasa terlayani dengan baik.
“Bagi para pejabat yang sudah dilantik agar membentuk tim yang solid tanpa ego sektoral dan dengan tujuan bersama. Semuanya harus menanamkan nilai kebersamaan, kerjasama dan kekompakan dalam menjalankan tugas organisasi,” pungkas bupati. (ewi)
Editor : Kimda Farida