LOMBOKPOST-Guna mendukung pertumbuhan sektor perikanan budidaya, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Lombok Tengah (Loteng) meluncurkan dua program inovatif.
Program ini mencakup pengembangan perikanan budidaya yang berfokus pada pasar ekspor. Serta memprioritaskan pembangunan kampung perikanan budidaya yang sesuai dengan kearifan lokal.
“Pengembangan perikanan budidaya ini melalui implementasi sustem Self Sustain Cage atau keramba mandiri,” ucap Sekretaris Dislutkan Loteng Parawinata pada wartawan usai kegiatan Kunjungan Mitra Internasional dengan para nelayan dari pesisir selatan, di Tunak Cottage, Desa Awang, Kecamatan Pujut, Loteng, Rabu (31/1).
Ia menjelaskan, pengembangan perikanan budidaya ini terfokus pada komoditas unggulan seperti udang, ikan, lobster, kepiting dan rumput laut.
Sementara prioritas pengembangan kampung perikanan budidaya dengan kearifan lokal bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menjaga keberlanjutan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
“Salah satu langkah agar nelayan kita mendapat nilai tambah dengan membudidayakan komoditas kelautan ini, tidak lagi dalam bentuk benih lobster melainkan lobster yang sudah dibudidayakan,” jelasnya.
Wujud langkah konkret, pihaknya menggandeng Dwi Mitra Lautan Sukses dan Perusahaan Minh Hanh Export Impor Investment.
Perusahaan ini memfasilitasi perusahaan-perusahaan Vietnam yang berkeinginan berbisnis di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini diyakini membuka peluang investasi signifikan dalam pengembangan bisnis budidaya di Lombok Tengah.
Direktur Perusahaan Minh Hanh Export Impor Investment Ong Le Manh Hung menambahkan, mengenai Keramba Mandiri yang dikembangkan bersama Dwi Mitra Lautan Sukses, dalam satu keramba dapat digunakan untuk membesarkan dua jenis hewan berbeda, yakni lobster dan ikan. Kunci keberhasilan budidaya tersebut terletak pada faktor ketersediaan pakan.
Budidaya lobster diakui, masih dianggap beresiko tinggi oleh para nelayan. Sebab waktu panen yang memakan waktu lama dan memerlukan biaya yang cukup besar untuk pakan. Dengan adanya keramba mandiri, struktur ini mampu menghasilkan pakan tambahan untuk lobster yang dikembangkan. Sehingga dapat mengurangi biaya bagi para pembudidaya.
“Jadi memutar, selain membudidayakan lobsternya, kita siapkan juga pakannya. Ini dapat meningkatkan ekonomi nelayan dan menyerap tenaga kerja disekitar pesisir pantai selatan. Teknologi yang diterapkan juga memangkas waktu masa panen komoditas kelautan,” tutupnya. (ewi)
Editor : Kimda Farida