Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasidan Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) akan dimaksimalkan Pemda Lombok Tengah (Loteng). Salah satunya dengan mengarahkan setiap kunjungan kerja yang ke Loteng, untuk bisa singgah di PLUT KUMKM Loteng.
--------
"Ini harus bersinergi dengan semua leading sektor, kita segera siapkan regulasinya agar bagaimana ketika ada yang datang ke Lombok Tengah mereka pun berbelanja produk-produk UMKM,” ucap Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri usai meresmikan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Loteng, di Desa Penujak, Kecamatan Pujut, Loteng, Rabu (31/1).
Dirinya bersama Asisten Deputi Fasilitasi Hukum dan Kemudahan Usaha Mikro, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM RI Rahmadi telah berkeliling gedung dan melihat segala fasilitas yang dimiliki.
Sebelum membentuk regulasi ini, perlu mengumpulkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN/BUMD untuk bersinergi dan mengabarkan bahwa Loteng kini memiliki pusat oleh-oleh, pusat layanan usaha dan pusat kegiatan dalam satu tempat.
“Harus ada regulasinya ini (wajib belanja di PLUT, red),” timpalnya.
Bupati Pathul menuturkan, keberadaan PLUT KUMKM untuk mempercepat upaya dan memperkuat kapasitas koperasi dan UMKM agar dapat memiliki daya saing, produktivitas, nilai tambah dan kualitas kerja.
Sehingga pemerintah mendorong penguatan kelembagaan PLUT KUMKM untuk memberikan jasa layanan yang komprehensif dan terpadu bagi pengembanagan usaha koperasi dan UMKM dan menyediakan jasa-jasa non finansial.
Bupati Pathul pun berharap, tujuan pembangunan PLUT ini dapat melahirkan atau tercapainya optimalisasi dalam pengelolaan potensi sumber daya alam yang ada oleh pelaku UMKM. Bertumbuhnya wirausaha baru sehingga akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja kreatif sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi daerah.
“Selain itu, meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM yang berorientasi pasar,” jelas politisi Gerindra ini.
Adapun penerima manfaat dari pembangunan PLUT, sambungnya adalah pelaku UMKM, calon wirausaha baru, koperasi dan masyarakat. Mengingat potensi UMKM sebanyak 38.814 unit dan jumlah koperasi sebanyak 614 buah. Hingga potensi pertumbuhan wirausaha baru di kalangan generasi muda yang cukup besar.
“Keberadaan PLUT ini sebagai inkubator bisnis UMKM diharapkan dapat mencetak wirausaha baru dikalangan generasi muda kreatif dan sebagai penyangga sektor pariwisata,” tukasnya.
Asisten Deputi Fasilitasi Hukum dan Kemudahan Usaha Mikro, Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM RI Rahmadi menambahkan, keberadaan PLUT KUMKM dapat mengakselerasi peningkatan skala usaha UMKM dalam mendukung perekonomian di Loteng.
PLUT merupakan program strategis Kemenkop dan UKM RI dalam rangka meningkatan kelas usaha UMKM melaluipeningkatan kemampuan UMKM yang berdaya saing tinggi agar bisa masuk ke dalam ekosistem rantai pasok global.
“Seiring berkembangnya peran dan fungsi PLUT menjadi sangat penting dalam pendampingan UMKM untuk berkembang dan beradaptasi sesuai perkembangan jaman,” pungkas Rahmadi. (ewi)
Editor : Kimda Farida