LOMBOKPOST-Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng) HM Nursiah meminta para guru tingkat TK/PAUD berinovasi dan kreatif dalam memberikan pendidikan bagi anak-anak usai dini (PAUD).
Ini sejalan dengan amanat dalam Kurikulum Merdeka.
“Tidak boleh monoton, guru dituntut kreatif, inovatif. Itu yang terkandung dalam kurikulum,” ucapnya pada kegiatan Diklat Peningkatan Implementasi Kurikulum Merdeka di aula gedung PKK Loteng, Minggu (3/3).
Menurutnya, ada dua hal yang harus disepakati oleh guru dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya.
Yaitu, sepakat untuk mencintai dan dicintai, berkomunikasi positif dan menyenangkan.
Artinya, kurikulum Merdeka memuat aturan main yang mencakup ruang cukup luas.
“Dari referensi guru dapat mengelola tugas dengan hebat untuk menjadi alat memotret obyek,” timpal mantan Sekda Loteng ini.
Prinsip belajar anak usia dini, sambungnya, adalah belajar melalui bermain. Sebagian besar waktu anak akan dihabiskan dengan aktivitas bermain.
Anak belajar dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman baru juga melalui permainan.
Karakter anak yang senang bermain menjadikan seorang guru dalam mengelola pembelajarannya harus memperhatikan beberapa hal.
Meliputi konsep, tujuan dan syarat permainan untuk anak, penggolongan kegiatan bermain anak, bahan dan alat permainan yang sesuai dengan perkembangan anak.
“Termasuk implementasi penggunaan permainan dan alat bermain dalam kegiatan pembelajaran,” ujarnya.
Diakui, secanggih apapun kurikulum tanpa diiringi kemampuan guru menerapkan model pembelajaran maka kualitas pendidikan mustahil diperbaiki.
Pendidikan PAUD adalah salah satu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun dengan memberikan stimulasi pendidikan.
“Ini dilakukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut,” jelas politisi Golkar itu.
Saat ini ada 900 guru TK/PAUD di Loteng yang harus mampu meotret dan mengevaluasi anak-anak didik.
Sebab jika tidak begitu, sebagai guru tidak akan mengetahui sejauh mana sudah mengerjakan dan mengimplementasikan kurikulum ini. (ewi)
Editor : Kimda Farida