LombokPost-Kondisi jalan raya disepanjang pertokoan Kota Praya saat malam hari gelap gulita. Lantaran ratusan lampu penerang jalan umum (PJU) dan lampu Asmaul Husna mati total. Kondisi ini cukup lama terjadi dan terkesan diabaikan oleh pemerintah daerah (Pemda) Loteng.
Kepala Dinas Perhubungan (Dushub) Loteng Lalu Herlan yang dikonfirmasi tak menampik hal tersebut. Kondisi tersebut telah lama diketahui dan terjadi beberapa bulan lalu. Terkesan tidak ditangani disebabkan pihaknya terkendala alat untuk memperbaiki ratusan lampu tersebut.
“Alat bantu tidak punya, alat hidrolik sebelumnya sudah rusak. Tahu semua kan (wartawan, red) kondisi hidroliknya seperti apa,” ungkapnya pada wartawan, kemarin (15/3).
Lantas apa yang menjadi penyebab matinya lampu PJU ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti karena tidak adanya alat pendeteksi kerusakan. “Titiknya coba kita cek, apakah jaringannya atau lampunya yang mati. Kita belum memiliki alat pendeteksi yang secara otomatis mendata dimana kerusakannya,” ungkapnya.
Sementara itu, sembari menunggu pengadaan alat bantu hidrolik yang direncanakan tahun ini, Dishub Loteng tetap berupaya memperbaiki lampu PJU yang rusak. Dengan dibantu alat hidrolik milik PLN dan dimulai perbaikan sebagian pada Kamis (14/3) malam lalu.
“Kita masih perbaiki di seputaran Masjid Agung dulu, sekarang sudah menyala semua selanjutnya bergerak ke alun-alun hingga jalanan pertokoan,” katanya.
Diakui, untuk lampu PJU di pertokoan juga butuh penanganan sesegera mungkin. Mengingat lokasi di jalan utama kota membuat suasana jalan gelap gulita pada malam bulan Ramadhan. Ini menjadi keluhan bagi masyarakat dari laporan yang diterima Dishub Loteng.
“Semua Insya Allah akan segera kita perbaiki, kita utamakan perbaikan yang ada di dalam kota terlebih dahulu, karena banyak sekali laporan masyarakat,” tutupnya. (ewi)
Editor : Akbar Sirinawa