Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Calo dan Copet, Polres Loteng Tingkatkan Patroli di Bandara Lombok

Lestari Dewi • Minggu, 7 April 2024 | 15:49 WIB

Polres Loteng antisipasi maraknya kehadiran para calo tiket dan preman di terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Lombok.
Polres Loteng antisipasi maraknya kehadiran para calo tiket dan preman di terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Lombok.
 

LOMBOKPOST-Polres Lombok Tengah (Loteng) melalui Subsektor Bandara Internasonal Zainuddin Abdul Majid (Bizam) mengantisipasi maraknya kehadiran para calo tiket dan preman di terminal keberangkatan dan kedatangan bandara.

Aksi mereka sangat meresahkan para pemudik yang akan pulang kampung jelang libur lebaran.

Mengantisipasi persoalan itu, tidak cukup hanya dengan mendirikan pos pengamanan di bandara.

Kapolres Loteng AKBO Iwan Hidayat memerintahkan jajarannya dalam hal ini Polsubsektor Bizam dan personel yang bertugas dalam pengamanan arus mudik untuk lebih responsif dan bergerak (mobile).

Anggota pos terpadu bandara Bizam yang terlibat Operasi Ketupat Rinjani 2024 diinstruksikan untuk patroli terutama di tempat keberangkatan, kedatangan dan di area parkir bandara mengingat banyak masyarakat dan rawan terjadinya aksi kriminal.

"Saya instruksikan personel yang terlibat pengamanan di area bandara untuk terus bergerak dan patroli, mana yang perlu dijaga dan jangan sampai ada copet termasuk calo maupun aksi premanisme yang dapat merugikan masyarakat kita," kata Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, Sabtu (6/4).

Selain anggota kepolisian yang patroli dan siaga, Iwan juga meminta masyarakat untuk berperan aktif menanggulangi persoalan calo dan antisipasi preman.

Masyarakat jangan segan melapor kepada petugas di lokasi jika menjadi korban calo dan premanisme.

"Jangan mudah percaya dengan bujuk rayu para calo, juga jangan membawa barang berharga di tempat keramaian karena hal tersebut dapat memancing terjadinya aksi kriminalitas," pesannya.

"Jika menjadi korban atau melihat tindak kejahatan yang menimpa para pemudik untuk segera laporkan kepada petugas kami disana, kita stanbykan 24 jam selama libur lebaran," tambah Iwan.

Iwan menerangkan, dalam pengamanan mudik hingga arus balik, pihaknya menerjunkan 165 personel yang ditempatkan di 5 Pos Operasi Ketupat Rinjani 2024 di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan stakeholder dan instansi lainnya.

"Untuk di area bandara kita kita dirikan dua pos untuk memaksimalkan pengamanan dan pelayanan. Pertama pos terpadu ada di dalam area bandara dan pos kedua ada dliuar bandara tepatnya di depan bundaran Bizam," tutup mantan Kapolres Dompu ini. (ewi)

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #Mudik Lebaran #Polres Loteng #Premanisme #Bandara Lombok #waspada calo tiket palsu