Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Deklarasi Bang Zul-Abah Uhel Bukan Bohongan, Klaim Kantongi Restu Golkar dan PKS

Lestari Dewi • Senin, 10 Juni 2024 | 15:05 WIB
OPTIMIS DEFINITIF: Pasangan duet Zulkieflimansyah dan HM Suhaili Fadhil Tohir berfoto bersama ribuan relawan usai deklarasi Bang Zul - Abah Uhel di Lesehan 33, Praya, Loteng. (Dewi/Lombok Post)
OPTIMIS DEFINITIF: Pasangan duet Zulkieflimansyah dan HM Suhaili Fadhil Tohir berfoto bersama ribuan relawan usai deklarasi Bang Zul - Abah Uhel di Lesehan 33, Praya, Loteng. (Dewi/Lombok Post)

LombokPost-Pasangan duet Zulkieflimansyah dan HM Suhaili Fadhil Tohir dideklarasikan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024.

Deklarasi Bang Zul-Abah Uhel digelar di Praya, Lombok Tengah (Loteng), Sabtu (8/6) lalu. 

Deklarasi ini dilakukan tanpa kejelasan rekomendasi dukungan dari partai.

Dari pantauan LombokPost, koalisi partai dibalik pasangan Zul-Uhel telah mengutus sejumlah petingginya.

Hanya saja, tidak ada ketua partai yang ikut hadir dalam deklarasi tersebut.

Seperti Partai Golkar yang mengutus Sekretaris DPD I Golkar NTB Firadz Pariska.

Sedangkan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengutus Sekretaris DPW PKS NTB Uhibusaadi.

”Kami tidak akan berani melakukan kegiatan ini (deklarasi, red), dan masak kami membuat lubang yang akan membuat kami malu nantinya. Hanya sekadar deklarasi ocok-ocok (bohong, red) yang membohongi masyarakat, kan merusak citra kami berdua," ungkap HM Suhaili Fadhil Tohir pada wartawan, Sabtu (8/6) lalu. 

Mantan Bupati Loteng dua periode ini menuturkan, pasangan Bang Zul-Abah Uhel tidak merasa gede rasa (ge-er) untuk bergabung.

Duet ini tentu bukan tanpa perhitungan, namun sudah dilakukan survei terlebih dahulu. 

”Kami juga tidak ge-er, ge-er amat ya, proses menuju deklarasi ini berlangsung lama. Jika dari kedua partai tidak ada sinyal positif dan memberikan gambaran dengan persentase cukup tinggi, tentu tidak terwujud deklarasi ini," terang politisi senior Golkar itu. 

Abah Uhel, akrab disapa, menegaskan keduanya tidak akan berani menyatakan maju bersama tanpa adanya gambaran restu dari kedua partai, Golkar dan PKS.

Untuk menuju definitif harus melalui mekanisme dan proses dari setiap partai. 

”Saya pribadi dipanggil DPP Golkar, dan perwakilan DPP bilang Bismillah, lakukan apa yang mesti dilakukan. Untuk definitif masih ada proses," jelas mantan Ketua DPRD NTB ini. 

Sementara itu, Zulkieflimansyah mengungkap alasannya memilih Abah Uhel sebagai calon wakil gubernur NTB.

Menurutnya, Abah Uhel adalah politikus yang matang.

Selain itu, ia mengklaim duet Bang Zul-Abah Uhel berpotensi memenangkan Pilgub NTB menurut hasil survei terbaru.

”Kami tidak bisa tergantung pada satu orang, walaupun survei (diduetkan) dengan Ibu Rohmi (Sitti Rohmi Djalillah) tinggi, kami juga melakukan survei Zul-Uhel. Ternyata hasilnya hampir sama," kata Zul dalam orasi politiknya.

Selain PKS, kata dia, Partai Golkar juga melakukan survei terkait elektabilitas dirinya maupun Abah Uhel.

Bermodal survei itu, Zul percaya diri bisa memenangkan Pilgub NTB 2024.

”Survei menggunakan LSI Denny JA, di situ ditemukan data kalau Pilgub dilakukan hari ini, maka yang tertinggi adalah Zul dan yang kedua Abah Uhel," imbuh Zul.

Zul lantas menyinggung Abah Uhel yang pernah menjadi rivalnya pada Pilgub NTB 2018. Ketika itu, Uhel berpasangan dengan almarhum Mohammad Amin.

Hasilnya, Suhaili-Amin finish di urutan kedua dengan perolehan 674.602 suara. Mereka kalah dari duet Zul-Rohmi yang meraup 811.945 suara.

”Periode yang lalu kami berhadapan. Cuma, karena kalah kencang doanya, saya menang," kata Zul berseloroh. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#Pilkada #NTB