LombokPost-Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng) memilih lokasi eks Pasar Sulin, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat sebagai tempat pembangunan Rumah Sakit Yayasan Yatim dan Duafa Tersenyum.
Pembangunan gedung yang ditaksir Rp 40 miliar itu diharapkan segera terealisasi.
Wakil Bupati Loteng HM Nursiah mengatakan, rencana pembangunan ini lanjutan dari program beasiswa kedokteran tahfiz Alquran.
Nantinya setelah 18 penerima beasiswa lulus kuliah, mereka akan bekerja sebagai dokter, perawat di rumah sakit tersebut.
”Sehingga melalui kebijakan pemda, lokasinya dengan memanfaatkan aset pemda di eks Pasar Sulin, Labulia ini,” katanya di sela-sela sosialisasi, Selasa (18/6).
Alasan memilih lokasi seluas 1,28 Hektare (Ha) ini, sambungnya, agar masyarakat makin dekat dengan pelayanan kesehatan.
Warga Loteng yang tidak mampu, tidak perlu lagi ke lokasi pelayanan kesehatan di Lombok Barat.
”Selama ini warga kita kalau berobat ke Puskesmas Kuripan, RSUD Gerung, nantinya cukup di sini,” singkat politisi Golkar itu.
Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri menyampaikan, keberadaan rumah sakit diharapkan membawa keberkahan mengingat para dokter, perawatnya adalah penghafal Alquran.
Sebab, pelayanan kesehatan ini dihajatkan bagi masyarakat tidak mampu.
”Sejauh ini untuk warga Loteng dulu, meski tidak menutup kemungkinan warga luar perbatasan juga bisa berobat,” imbuhnya.
Ia menuturkan, saat ini terdapat 12.286 anak yatim di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Jumlah ini yang mesti diperhatikan, khususnya di bidang kesehatan.
”Alhamdulillah sejalan dengan rencana ini mulai ada respons dari pihak-pihak, seperti ada yang bersedia menimbun lahan hingga dibuatkan bronjong tepi lahan,” kata politisi Gerindra itu.
Selain itu, pemda berencana membebaskan lahan di sekitar lokasi yang akan digunakan membangun pertokoan. Serta jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju rumah sakit.
”Kita juga yakin ini akan mendorong perekonomian warga sekitar, terpenting kita perjelas dulu patok-patok lahan ini,” kata bupati.
Bupati Pathul memastikan, lokasi lahan sudah tidak ada masalah dan pemda berencana akan membangun rumah sakit menjadi dua lantai.
Sebelum dilakukan groundbreaking, pemda mesti diskusi lebih dulu soal penimbunan hingga pembangunan beronjong. Mengingat lokasi lahan dekat dengan aliran sungai.
”Karena ini dana dari sedekah ASN, masyarakat luas maka kami tidak mengatakan berapa lama ini akan terbangun. Namun sekaranglah kita memulai ikhtiarnya,” beber Pathul.
Menyoal lokasi lahan di Desa Labulia, dinilai Bupati Pathul untuk menjangkau warga Loteng di perbatasan. Serta membangun silaturahmi antara satu kabupaten dengan kabupaten lain.
“Berapa nanti personel yang terserap, nanti itu. Kita bangun saja dulu rumah sakitnya, oke,” tutup dia.
Sementara itu, Kepala Desa Labulia Mahjad sangat bersyukur karena lokasi ini adalah bekas pasar yang dibeli Pemda Loteng. Pasar ini mati karena tidak mampu bersaing dengan Pasar Kuripan, Lobar yang berada di perbatasan.
”Sehingga tidak terpakai lokasi ini menjadi pasar,” katanya.
Dengan rencana pemda membangun rumah sakit, diharapkan dapat dimaksimalkan masyarakat Loteng untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Seluruh masyarakat setempat berkomitmen akan menjaga dan memelihara lokasi gedung Rumah Sakit Yatim dan Duafa Tersenyum. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida