Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelar Baksos, Puluhan Dokter Gigi UI Datangi Desa Sengkol

Lestari Dewi • Senin, 22 Juli 2024 | 19:50 WIB
CEK GIGI: Masyarakat sekitar Desa Sengkol antusias memeriksakan kesehatan gigi dalam kegiatan Bakti Sosial yang digelar Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, UI. (Dewi/Lombok Post)
CEK GIGI: Masyarakat sekitar Desa Sengkol antusias memeriksakan kesehatan gigi dalam kegiatan Bakti Sosial yang digelar Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, UI. (Dewi/Lombok Post)

LombokPost-Kasus karies gigi dan stunting masih cukup tinggi terjadi di Desa Sengkol, Lombok Tengah (Loteng).

Ini membuat Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Universitas Indonesia menerjunkan 73 dokter gigi dalam rangka bakti sosial ke desa penyangga KEK Mandalika itu.

”Lombok Tengah merupakan daerah yang layak kami lakukan pengobatan dalam rangka menurunkan karies yang cukup tinggi,” ucap Kepala Departemen Ilmu Konservasi Gigi Universitas Indonesia Prof drg Anggraini Margono, Sabtu (20/7).

Adapun berbagai kegiatan baksos antara lain, penambalan gigi sederhana, penambalan gigi estetik, perawatan saluran akar satu kunjungan hingga penyuluhan gigi dan mulut.

Kegiatan juga dirangkai dengan penyuluhan pencegahan stunting, demo masak MPASI, donasi buku dan sembako, gathering night hingga wisata budaya.

“Alhamdulillah, ratusan masyarakat Desa Sengkol dan sekitarnya hadir antusias mengikuti pengobatan gratis. Tampak anak-anak hingga orang dewasa hadir memeriksa gigi mereka, ikut penyuluhan stunting, dan berbagai kegiatan seru lainnya,” beber Anggraini.

Ketersediaan dokter gigi dan dokter spesialis, khususnya konservasi gigi masih sangat langka di NTB khususnya Gumi Tastura.

“Bisa dibilang masih sangat kurang. Jadi kami ikut membantu pelayanan pengobatan secara gratis,” tambah Ketua Pelaksana Baksos drg Citra Kusumasari.

Citra mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan bisa mengurangi gigi berlubang dan bisa berkelanjutan diterapkan masyarakat dengan adanya penyuluhan yang diberikan.

Adanya program sikat gigi bersama di SDN 04 Sengkol, Loteng juga diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat sejak dini untuk melakukan pencegahan sebelum pengobatan.

Tahap paling mudah untuk mencegah gigi berlubang, sambungnya, adalah mengajarkan penyebab gigi berlubang dan proses terjadinya gigi berlubang.

Pihaknya dalam baksos ini menghadirkan dokter gigi umum dan spesialis untuk mengobati gigi berlubang, Bahkan sampai tahap lanjut yang mengenai saluran akar atau syaraf gigi.

Kepala Dinas Kesehatan dr Suardi menambahkan, dari 29 puskesmas terdapat 3 puskesmas yang belum memiliki dokter gigi di Loteng.

”Kalau kita lihat mungkin dokter gigi ini kurang peminat atau mungkin seleksi yang terlalu ketat. Sebab itu, kami mohon jika ada yang mendaftar di Fakultas Kedokteran UI mohon kami diterima,” harapnya. (ewi/r11)

Editor : Kimda Farida
#Loteng #Universitas Indonesia (UI) #GIGI