LombokPost-Dampak kemarau yang melanda Lombok Tengah (Loteng) mengakibatkan debit air di Bendungan Batujai, menurun drastis.
Volume air bendungan yang menjadi sumber air irigasi pertanian, kini berada pada elevasi 90,15.
”Jumlah ini jauh menurun drastis dari daya tampung air Bendungan Batujai yang mencapai 25 juta meter kubik,” ucap Kepala Seksi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Zulkifli pada Lombok Post, Senin (22/7).
Ia menjelaskan, penurunan debit air disebabkan banyak hal. Mulai dari sedimentasi hingga eceng gondok. Kondisi itu membuat debit air berkurang sebanyak tujuh juta meter kubik.
Sehingga sisa debit air yang bisa digunakan adalah 18 juta meter kubik.
Debit air yang ada tidak mencukupi untuk sejumlah kebutuhan. Seperti untuk pelanggan PDAM Tirtha Ardhia Rinjani (Tiara) Loteng sebanyak enam juta meter kubik dan irigasi sekitar 11 juta meter kubik.
Kemudian kebutuhan air untuk mengairi lahan pertanian seluas 3.400 hektare sebanyak 22 juta meter kubik.
“Melihat kebutuhan air lebih besar dari ketersediaan air di bendungan, ada minus empat juta meter kubik yang membuat ratusan hektare di wilayah hilir terancam mengalami kekeringan,” terangnya.
Selain itu, jika melihat kondisi cuaca yang tak kunjung turun hujan, serta posisi elevasi air saat ini, diprediksi volume air di Bendungan Batujai bertahan selama dua hingga tiga bulan ke depan.
”Pada posisi titik terendah atau sekitar 2,5 juta meter kubik, air di bendungan tidak boleh diambil, untuk keperluan apapun. Sebab air Bendungan Batujai tidak boleh dibiarkan mengering,” tegas Zulkifli.
Terpisah, Direktur PDAM Tiara Loteng Bambang Supratomo mengatakan, penyusutan air Bendungan Batujai berdampak pada menurunnya air bersih PDAM yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air warga.
”Debit air bersih yang bersumber dari bendungan, menurun hingga 40 persen dari debit normal yakni 125 liter per detik akibat musim kemarau,” ucapnya.
Hal ini mengakibatkan ratusan warga pada tiga kecamatan, yakni Pujut, Praya dan Praya Barat Daya terdampak kekurangan air bersih.
Guna menanggulangi hal tersebut, pihaknya menjadwalkan pendistribusian air bersih kepada warga dari tiga kecamatan.
”Kami juga meminta warga untuk menampung air guna mengantisipasi kekurangan pada saat penjadwalan pendistribusian,” tutup Bambang. (ewi/r11)
Editor : Kimda Farida