Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

ITDC dan Angkasa Pura Bandara Lombok Kolaborasi, Latih Hospitality Ratusan Pelaku Jasa Pariwisata di KEK Mandalika

Lestari Dewi • Selasa, 30 Juli 2024 | 08:00 WIB
TINGKATKAN KUALITAS: Belasan pelaku jasa wisata mengikuti pelatihan InJourney Hospitality House yang digelar ITDC di VIP Deluxe, Sirkuit Internasional Mandalika, Senin (29/7). (FOTO: Dewi/LombokPost)
TINGKATKAN KUALITAS: Belasan pelaku jasa wisata mengikuti pelatihan InJourney Hospitality House yang digelar ITDC di VIP Deluxe, Sirkuit Internasional Mandalika, Senin (29/7). (FOTO: Dewi/LombokPost)

LombokPost-PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura I Bandara Lombok memberikan pelatihan bagi pelaku jasa pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam berperilaku, komunikasi dan penampilan pelaku wisata saat mempromosikan destinasi wisata.

”Sehingga masyarakat kita bisa lebih memahami dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” ucap Stakeholder relation Manager Bandara Lombok Arif Haryanto pada Koran ini di sela-sela pelatihan InJourney Hospitality House di VIP Deluxe, Sirkuit Internasional, Mandalika, Senin (29/7).

Pelaku jasa pariwisata yang terlibat, kata dia, sebanyak 400 peserta namun pihaknya membagi secara bertahap menjadi delapan kelas. Sehingga materi pelatihan yang diberikan mudah dipahami dan tepat sasaran.

Pelatihan yang diperoleh peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kemampuan berkompetisi dalam mempromosikan pariwisata di Gumi Tatas Tuhu Trasna. “Kita berikan bertahap dari bulan Mei hingga Desember nanti,” ujarnya.

Arif menyebut, peserta yang hadir adalah pelaku wisata dari restoran, hotel, bandara, pelaku UKM hingga spa yang berasal dari desa-desa penyangga dan sekitar Mandalika. “Yang memberikan pelatihan juga dari lokal hero disini, pelaku wisata yang sudah punya jam terbang tinggi menyalurkan ilmu-ilmunya kepada rekan yang lain,” kata dia.

Hasil dari pelatihan yang diberikan, diakui Arif tidak langsung memberikan hasil instan. Namun secara perlahan-lahan dipraktikkan dan diikuti oleh pelaku wisata lain yang belum berkesempatan mengikuti. “Semoga bisa memberikan efek yang signifikan,” kata Arif.

Sementara itu, Burhanuddin selaku pelatih lokal menambahkan, ada tiga materi yang diberikan kepada peserta pelatihan. Pertama, tentang sikap mental positif dalam industri pariwisata. Sebagai pelayan pariwisata harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi wisatawan.

“Mulai dari senyumnya, energinya, sehingga wisatawan yang datang merasakan aura positif ini,” kata dia.

Kedua, komunikasi yang efektif, bagaimana pelaku wisata dalam berbicara kepada tamu. Serta komunikasi yang baik, agar dipahami tamu sehingga tidak menimbulkan miskomunikasi.

“Terakhir soal pelayanan, bagaimana memberikan pelayanan yang baik dengan mempersiapkan lima hal, mulai dari pandangan, pendengaran artinya semua indra dari tamu bisa tergerak dan tamu menjadi nyaman,” tutup dia. (ewi/r11)

Editor : Akbar Sirinawa