LombokPost-Dukungan kepada bakal calon Bupati Lombok Tengah (Loteng) Achmad Puaddi untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 kian menebal.
Setelah mengantongi surat tugas dari Partai Amanat Nasional (PAN), adik kandung mantan bupati Loteng Moh Suhaili FT ini pun menerima surat rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Surat rekomendasi yang diterima Achmad Puaddi, diberikan langsung oleh Ketua DPW PKS NTB Yek Agil yang turut disaksikan jajaran PKS NTB di kantor DPW PKS NTB.
Selain Loteng, PKS NTB juga memberikan surat rekomendasi kepada bakal calon bupati Bima Efendi Kusnandar.
Kedua rekomendasi itu diberikan untuk masing-masing calon bupati yang belum berpasangan.
Walau dua partai ini telah berlabuh kepada politisi Golongan Karya (Golkar) itu, Bang Puaddi akrab disapa, belum bisa bernapas lega.
Dari segi jumlah minimal dukungan kursi yang dimiliki belum mencukupi.
Jumlah kursi PAN di DPRD Loteng adalah dua kursi, sedangkan PKS sebanyak enam kursi.
Sementara syarat mendaftar sebagai calon bupati adalah 20 persen dari jumlah kursi.
Artinya, dari total 50 kursi di gedung dewan Jontlak, Puaddi harus mengamankan minimal 10 kursi. Sehingga anggota DPRD NTB Dapil Loteng ini masih kurang dua kursi lagi.
“Alhamdulillah, hari ini (Senin, red) saya sudah diserahkan rekomendasi perseorangan dari PKS,” ucap bang Puaddi pada wartawan, Senin (29/7).
Walau sudah mendapat surat rekomendasi, sebutnya, dirinya diberikan tenggat waktu seminggu kedepan untuk segera mencari pasangan pendamping dan melengkapi partai politik (parpol) koalisi.
“Mohon doanya, semoga ikhtiar ini Allah meridoi,” harapnya.
Kelengkapan parpol koalisi, lanjut Puaddi, sedang dilakukan finalisasi dengan parpol lainnya. Mulai dari Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB).
“Insya Allah parpol-parpol ini yang sudah intens kami lakukan komunikasi,” sebut Bang Puaddi.
Adapun pasangan pendamping, diakui sudah dilakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Nama-nama tokoh yang digadang-gadang mendampingi Puaddi, mulai dari Gde Sakti, Legewarman, hingga Ahmad Yani.
“Insya Allah dalam sepekan kedepan ini, saya segera menentukan figur wakil bupati sesuai yang ditugaskan PKS,” tegasnya.
Perlu diketahui, hubungan partai yang didominasi warna oranye dan putih itu sangat baik dengan keluarga Bodak.
Sebelumnya, ketika Moh Suhaili FT menjadi bupati Loteng dua periode mendapat dukungan dan diusung penuh dari PKS.
Bahkan, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024, PKS kembali mendukung paket Bang Zulkieflimansyah-Abah Suhaili.
Sehingga tidak menutup kemungkinan sejarah ini kembali terulang di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Serta menjadi optimisme Puaddi dalam berlaga di Pilkada Loteng 2024.
“Alhamdulillah ada sejarah yang cukup bagus antara keluarga Bodak dengan PKS, artinya ikhtiar bersama PKS selama ini diridoi Allah SWT. Terbukti dua kali keluarga Bodak bersama dengan PKS dimana Abah Uhel menjadi bupati dua periode. Semoga ini kembali terjadi kepada saya pribadi maupun calon wakil bupati,” terangnya disertai kata Amin.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS NTB Sambirang Ahmadi menegaskan, pemberian tenggat waktu seminggu dengan alasan ketika akan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka pasangan calon bupati dan wakil bupati sudah klir.
“Harus sudah klir, siapa pasangannya, siapa mitra koalisinya, jika tidak dipenuhi tentu (ada pilihan lain, red). Semua calon-calon kepala daerah yang direkomendasikan PKS memiliki tugas yang sama dan berat dalam seminggu ini,” katanya.
Mengenai petahana yang akan dihadapi Achmad Puaddi maupun PKS khususnya di Pilkada Loteng, Sambirang berharap sejarah kemenangan PKS bisa terulang kembali.
“Semoga ada hattrick keberuntungan PKS dengan keluarga Bodak,” sebutnya.
Melihat dukungan PKS untuk Pilgub dan Pilkada Loteng ini berjalan linier, diakui akan semakin menguatkan satu dengan lainnya.
Pada Pilgub NTB ada sosok Moh Suhaili FT sebagai calon wakil gubernur, dan di Pilkada Loteng ada sosok Achmad Puaddi sebagai calon bupati yang keduanya dari keluarga Bodak.
Terpisah, Ketua DPW PKS NTB Yek Agil menambahkan, pemberian surat rekomendasi kepada calon-calon yang diusung PKS sebagai wujud untuk menghidupkan arah demokrasi yang sehat di daerah, tak terkecuali Loteng dan Kabupaten Bima.
“PKS ingin membangun agar jangan ada kesan lawan kotak kosong,” sebutnya.
Dalam perjalanan rekomendasi ini, ada sejumlah nama yang tampak kuat maju menjadi bakal calon kepala daerah.
Mulai dari Lalu Pathul Bahri, Achmad Puaddi hingga Ruslan Turmuzi yang sangat siap menjadi nomor satu. Sedangkan nama-nama lain yang muncul menjadi nomor dua.
“Jika ketiga-tiganya ini mendapat partai koalisi maka bisa jadi ketiganya maju, kecuali jika Puaddi dan Ruslan siap bersama, kemungkinan dua paket pasangan akan head to head,” ungkap Yek Agil.
Namun siapapun yang pada akhirnya akan mendampingi Achmad Puaddi, tetap akan melibatkan PKS untuk membantu komunikasi politik.
“Nama-nama lain yang muncul belakangan ini juga berpeluang mendampingi Pak Puaddi,” ucap Wakil Ketua DPRD NTB ini. (ewi)
Editor : Kimda Farida