Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siswa Kelas 1 SDN Pandan Tinggang Loteng Korban Perundungan Kakak Kelas, Kasek Minta Maaf

Habibul Adnan • Sabtu, 14 September 2024 | 10:42 WIB
BIAR TIDAK TERULANG: Kepala sekolah dan guru SDN Pandan Tinggang bertemu dengan pelapor. Kedua belah pihak sepakat untuk damai.
BIAR TIDAK TERULANG: Kepala sekolah dan guru SDN Pandan Tinggang bertemu dengan pelapor. Kedua belah pihak sepakat untuk damai.

LombokPost--Dugaan perundungan terhadap siswa sekolah terjadi di SDN Pandan Tinggang, Desa Pandan Tinggang, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Praya Barat Daya, beberapa waktu.

Pelapornya bernama Takiudin.

Dugaan perundungan itu dialami salah satu siswa kelas 1 oleh kakak kelasnya. Korban disebut kerap mendapatkan kekerasan fisik.

Kepala SDN Pandan Tinggang Fauzi tidak membantah adanya dugaan perundungan terhadap siswanya.

Atas kejadian itu, dia menyampaikan permohonan maaf.

Dia mengaku, ini bisa terjadi karena kelalaian para dewan guru.

”Ke depan, kami siap lebih aktif menjaga dan memantau anak-anak didik kami," katanya.

Peristiwa perundungan yang berujung pada pelaporan polisi itu, terjadi saat jam istirahat sekolah.

Kebetulan waktu itu juga wali kelas 1 tidak masuk karena ada keluarganya meninggal dunia.

”Tapi kami pastikan, ke depan tidak terjadi lagi," janji Fauzi.

Fauzi berterima kasih atas adanya masukan dari masyarakat.

Menurutnya, ini bentuk sinergi masyarakat dengan sekolah dalam menjaga dan mengawasi para siswa.

Dia mengaku, kondisi korban saat ini dalam keadaan baik-baik saja.

”Kami dari pihak SDN Pandan Tinggang langsung mendatangi rumah siswa tersebut untuk memastikan keadaannya. Alhamdulillah kami dan orang tua wali sepakat untuk berdamai," kata Fauzi.

Dia menegaskan lagi, bahwa semua ini akan dijadikan sebagai evaluasi, baik bagi dirinya selaku kepala sekolah maupun seluruh dewan guru.

Sehingga ke depan pihaknya lebih aktif mengawasi siswanya meskipun di luar jam pelajaran.

"Sekali lagi kami memohon maaf atas kejadian yang tidak diinginkan ini," tutup Fauzi.

Dugaan perundungan dilaporkan ke Polsek Praya Barat Daya pada Sabtu (7/9) lalu.

Takiudin selaku pelapor mengaku, korban saat itu sedang mengikuti pelajaran olahraga.

Ketika itu dia tiba-tiba didorong kakak kelasnya hingga terjatuh.

Menurutnya, kejadian ini kerap dialami korban.

Sebelumnya korban bahkan sempat ditendang di bagian pinggang, celana dipeloroti, hingga lehernya dicekik.

Dia berharap kepada pihak sekolah agar memaksimalkan pengawasan dan pembinaan terhadap para siswanya. (bib/r11)

 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #perundungan anak